Dari Mikroplastik hingga Stunting Serta Hukum, Dosen Universitas Andi Sudirman Hadirkan Riset untuk Menjawab Persoalan Masyarakat

oleh -81 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Universitas Andi Sudirman menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Penelitian untuk Skema Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun Anggaran 2026 pada Sabtu, 05 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan penelitian berjalan sesuai rencana, memiliki luaran yang terukur, serta dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

Program hibah penelitian tersebut berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui platform BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Kegiatan Monev Internal tidak sekadar menjadi agenda administratif. Forum ini menjadi ruang bagi para dosen peneliti untuk menyampaikan perkembangan riset, mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran, sekaligus memperoleh masukan akademik guna memperkuat kualitas penelitian yang tengah dilaksanakan.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andi Sudirman, Ns. Dewi Mulfiyanti, S.Kep., M.Kes., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan setelah sebagian tahapan program hibah penelitian telah berjalan.

“Sehubungan dengan telah terlaksananya sebagian tahapan kegiatan pelaksanaan program hibah, maka LPPM mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk menilai kemajuan serta capaian luaran program,” ungkap Dewi.

Untuk memastikan proses evaluasi berlangsung objektif dan memberikan perspektif akademik yang konstruktif, LPPM menghadirkan reviewer Dr. Yusriadi, S.H., M.Si.

Dalam pelaksanaannya, para penerima hibah diberikan kesempatan untuk mempresentasikan progress report penelitian masing-masing. Presentasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dokumen pendukung, meliputi logbook kegiatan dan dokumen keuangan.

BACA JUGA:  Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tanete Riattang Timur Gelar Pertemuan Koordinasi dan Buka Puasa Bersama

Tahapan tersebut menjadi penting karena penelitian tidak hanya dinilai dari gagasan dan hasil akhirnya, tetapi juga dari bagaimana proses penelitian dilaksanakan secara sistematis, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Enam Riset dengan Isu yang Dekat dengan Kehidupan Masyarakat

Menariknya, penelitian yang dipresentasikan dalam Monev Internal PDP 2026 mengangkat isu yang beragam. Mulai dari keamanan pangan laut, kesehatan ibu dan anak, pertanian berkelanjutan, transportasi berbasis hak asasi manusia, hingga persoalan deforestasi dan konflik tenurial.

Salah satu penelitian dilakukan oleh Mawadda Turrahmi dengan judul “Analisis Pencemaran Mikroplastik pada Ikan Pelagis Ekonomis di Kawasan Pelabuhan Bajoe sebagai Indikator Keamanan Pangan Laut.”

Penelitian ini mengangkat persoalan lingkungan sekaligus keamanan pangan, khususnya potensi pencemaran mikroplastik pada ikan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Fitrah Ramadani meneliti “Efektivitas Smoothies Kombinasi Jantung Pisang, Daun Katuk dan Madu terhadap Peningkatan Produksi ASI Ibu Menyusui.” Riset ini menyoroti potensi pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui.

Di bidang pertanian, Hatta mengangkat penelitian berjudul “Integrasi Pupuk Kandang dan Mikroba Tanah sebagai Strategi Efisiensi Pemupukan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Produktivitas Bawang Merah (Allium ascalonicum).”

BACA JUGA:  Festival Disdik II 2025 Buka Gerbang Prestasi, Panggung Talenta, Cahaya Masa Depan Pendidikan Bone

Penelitian tersebut menawarkan pendekatan pemupukan yang mengintegrasikan pupuk kandang dan mikroba tanah. Kajian semacam ini memiliki relevansi dengan kebutuhan pertanian berkelanjutan sekaligus upaya meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura.

Sementara dari bidang hukum dan kebijakan publik, Agustapa melakukan penelitian berjudul “Urgensi Penataan Regulasi Transportasi Umum Berbasis HAM: Kajian Hukum terhadap Ketidakteraturan Moda di Wilayah Makassar-Bone.”

Penelitian tersebut melihat persoalan transportasi umum dari perspektif hukum dan hak asasi manusia, terutama dalam konteks ketidakteraturan moda transportasi di wilayah Makassar-Bone.

Isu lingkungan dan hukum juga menjadi perhatian Dr. Asia melalui penelitian berjudul “Studi Socio-Legal terhadap Deforestasi: Strategi Implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dalam Konflik Tenurial.”

Penelitian ini memadukan pendekatan sosial dan hukum untuk melihat persoalan deforestasi serta konflik tenurial. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai tantangan pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Adapun Sriwidyastuti mengangkat isu kesehatan dan gizi anak melalui penelitian berjudul “Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Kombinasi Selai Persea Americana dan Nugget Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) terhadap Peningkatan Pertumbuhan Balita Risiko Stunting.”

Penelitian ini memanfaatkan kombinasi bahan pangan yang kaya nutrisi sebagai makanan tambahan bagi balita yang berisiko mengalami stunting.

BACA JUGA:  Merasa Diintervensi Pengawas, Pihak SDI 6/75 Malimongeng Salomekko Sepakat Buat Pernyataan

Monev sebagai Ruang Penguatan Mutu Penelitian

Beragamnya tema penelitian tersebut menunjukkan bahwa skema PDP tidak hanya menjadi sarana bagi dosen pemula untuk memperoleh pengalaman dalam menjalankan riset, tetapi juga membuka ruang lahirnya penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan sekitar.

Melalui Monev Internal, setiap peneliti memperoleh kesempatan untuk melihat kembali perjalanan risetnya—apa yang telah dicapai, kendala yang dihadapi, serta bagian mana yang masih perlu diperkuat.

Kehadiran reviewer juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Masukan dan evaluasi yang diberikan diharapkan dapat membantu peneliti menyempurnakan pelaksanaan penelitian sekaligus meningkatkan kualitas luaran yang dihasilkan.

Bagi Universitas Andi Sudirman, pelaksanaan Monev Internal PDP 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen dalam membangun budaya penelitian yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian laporan penelitian. Riset yang dilakukan para dosen pemula diharapkan dapat berkembang menjadi pengetahuan dan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

Dengan demikian, Monev bukan sekadar tahap evaluasi. Ia menjadi titik temu antara gagasan, proses, dan dampak penelitian—sekaligus menjadi pijakan bagi para dosen pemula untuk terus meningkatkan kapasitas riset dan menghasilkan karya akademik yang semakin berkualitas. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.