Dari 3 Ton Menjadi 5,3 Ton per Hektare! Panen Perdana Mannennungeng UKM KPI Unhas di Bone Sukses Lampaui Target

oleh -22 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Pencapaian gemilang diraih oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin melalui Program Mannennungeng di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone. Panen perdana di lahan demplot menghasilkan produktivitas 5,3 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, melampaui target awal program yang dipatok di angka 5 ton dan jauh di atas produktivitas sebelumnya yang hanya 3 ton per hektare.

Capaian ini tidak terlepas dari penerapan empat pilar utama program Mannennungeng yang terintegrasi secara holistik. Uwai Tuo, sistem irigasi presisi berbasis IoT, berhasil menghemat penggunaan air hingga 25 persen. Pabbura, inovasi pengolahan limbah pertanian dan peternakan, menghasilkan pupuk organik yang memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan lahan. Warani, teknologi pengendalian hama ramah lingkungan, menekan serangan organisme pengganggu tanaman tanpa pestisida kimia berlebihan. Sementara Garisi’, strategi adaptasi pola tanam dan rotasi varietas unggul, memastikan tanaman tumbuh optimal dan produktivitas meningkat secara berkelanjutan. Keempat pilar ini saling bersinergi menciptakan ekosistem pertanian yang cerdas, efisien, dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Kelompok Tani Sawerigading Lakukan Kunjungan Lapang ke Kantor IP3 OPT Wilayah 2 Bone

Capaian ini diverifikasi melalui ubinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone di lokasi panen. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, produktivitas lahan demplot Program Mannennungeng tercatat mencapai 5,3 ton GKP per hektare, yang menunjukkan efektivitas integrasi keempat pilar teknologi dalam meningkatkan hasil pertanian secara signifikan.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S. , mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. “Alhamdulillah, panen perdana ini membuktikan bahwa pendekatan holistik melalui Uwai Tuo, Pabbura, Warani, dan Garisi’ benar-benar efektif. Kami tidak hanya menghemat air dan memperbaiki tanah, tetapi juga menekan risiko hama dan mengoptimalkan pola tanam. Ini adalah bukti bahwa pertanian cerdas dan berkelanjutan bisa diwujudkan di tingkat desa. Kami berterima kasih kepada BPS Bone yang telah memverifikasi capaian ini,” ujarnya.

BACA JUGA:  KPP Pratama Watampone Gelar Forum Konsultasi Publik 

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, turut menyampaikan kebanggaannya. “Ini adalah momen bersejarah bagi UKM KPI Unhas. Kami telah membuktikan bahwa inovasi mahasiswa di bidang irigasi, pengolahan limbah, pengendalian hama, dan pola tanam mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan pertanian di Indonesia. Capaian 5,3 ton per hektare ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa petani bisa sejahtera dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tegasnya.

Salah satu petani binaan, Burhanuddin, S.P. , Ketua Kelompok Tani Mabbiri’ sekaligus Ketua P4S Lamellong, mengaku tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Kami tidak pernah membayangkan hasil panen bisa sebesar ini. Selama bertahun-tahun kami hanya mendapat 3 ton per hektare. Sekarang, dengan bantuan adik-adik mahasiswa dan teknologi Mannennungeng, kami bisa mendapat 5,3 ton. Ini benar-benar mengubah hidup kami,” katanya.

BACA JUGA:  Polres Bone Sambut Kunjungan Tim Penilai Internal Mabes Polri

Panen perdana ini menjadi tonggak keberhasilan Program Mannennungeng sekaligus bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi pertanian cerdas yang berdampak nyata. Ke depan, teknologi ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Bone dan seluruh Indonesia, demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.