Cegah Toxic Language pada Remaja, Tim PKM-RSH Sukses Terapkan Model REFLEXA

oleh -120 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Tim Program Kreativitas Mahasiswa–Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) berhasil melaksanakan tahap intervensi kepada remaja pengguna game online sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi digital yang lebih santun dan bertanggung jawab. Kegiatan intervensi dilaksanakan kepada 12 informan utama dengan menerapkan Model REFLEXA yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian mengenai perilaku komunikasi remaja dalam interaksi game online. Model ini mengintegrasikan nilai budaya Bugis Taro Ada, Taro Gau sebagai landasan dalam membangun kesadaran diri, pengendalian emosi, etika berbahasa, empati, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan. Pelaksanaan intervensi dilakukan melalui beberapa tahapan refleksi komunikasi. Remaja diarahkan untuk mengenali kebiasaan komunikasi selama bermain game online, mengidentifikasi emosi yang muncul, menyaring komunikasi sebelum disampaikan, memahami dampak ucapan terhadap orang lain, serta membangun komitmen untuk menerapkan komunikasi digital yang lebih positif.

BACA JUGA:  Bikin Bangga, Pelajar MTsN 3 Bone Andi Ismah Wakili Sulsel Ikuti Kemah Pramuka Madrasah Nasional 

Ketua Tim Anggi Febrianti menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penelitian PKM-RSH karena Model REFLEXA tidak hanya dikembangkan secara konseptual, tetapi juga mulai diterapkan secara langsung kepada remaja sebagai sasaran penelitian. Sebelumnya, tim telah melakukan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman remaja terkait intensitas bermain game online, pengaruh teman sebaya, penggunaan toxic language, kondisi emosional, serta pemahaman terhadap nilai Taro Ada, Taro Gau.

Melalui intervensi tersebut, tim PKM-RSH berupaya menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada permasalahan komunikasi digital, tetapi juga memanfaatkan kearifan lokal Bugis sebagai bagian dari penguatan karakter remaja di era digital.

BACA JUGA:  UPT SD Inpres 3/77 Panyula Gelar Pembiasaan Salat Dhuha dan Sedekah Jumat Berkah

Keberhasilan pelaksanaan intervensi ini menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan Model REFLEXA sebagai pendekatan reflektif berbasis budaya untuk mendorong terciptanya komunikasi digital yang santun, bertanggung jawab, dan saling menghargai pada remaja pengguna game online. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.