KKN-T Infrastruktur 116 Unhas Hadirkan Peta Dasar dan Peta Informasi Digital Infrastruktur di Kelurahan Mattiro Deceng

oleh -68 x dibaca
Oplus_131072

MAROS, TRIBUNBONEONLINE.COM– Mahasiswa KKN-T Infrastruktur 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi pemetaan wilayah melalui pembuatan Peta Dasar Wilayah Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Lau, Kab Maros yang dilengkapi dengan Peta Informasi Digital mengenai persebaran infrastruktur. Program kerja yang dilaksanakan pada 1–12 Agustus 2026 ini merupakan program kerja bersama KKN-T Infrastruktur 116 Kelurahan Mattiro Deceng yang dikoordinasikan Lurah.

Koordinator Kelurahan, Fachri mengatakan, program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap kondisi peta wilayah yang sebelumnya tersedia di Kantor Kelurahan Mattiro Deceng.

Peta lama yang terdapat di kantor kelurahan dinilai sudah cukup lama dan tidak lagi menggambarkan kondisi wilayah secara terkini. Selain itu, peta tersebut juga sudah tidak dilengkapi dengan legenda serta informasi pendukung yang memadai sehingga pemanfaatannya sebagai media informasi wilayah menjadi kurang optimal.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T Infrastruktur 116 berinisiatif menghadirkan peta baru yang lebih informatif dan aktual. Tidak hanya memperbarui gambaran dasar wilayah, program ini juga mengembangkan inovasi berupa peta informasi digital yang memuat persebaran dan kondisi infrastruktur di Kelurahan Mattiro Deceng.

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap berbagai titik infrastruktur yang terdapat di wilayah Kelurahan Mattiro Deceng. Data hasil observasi kemudian didokumentasikan, diinventarisasi, dan dimasukkan ke dalam peta. Infrastruktur yang berhasil diidentifikasi antara lain SPALD-S, jalan, jembatan, sumur galian, serta infrastruktur yang membutuhkan penanganan atau perbaikan seperti jembatan, tanggul, dan jalan.

BACA JUGA:  Gatur Lalu Lintas Sore, Polantas Bone Hadirkan Pelayanan Prima Di Jam Sibuk

Menurut Fachri, proses pemetaan dilakukan dengan menggabungkan hasil observasi langsung di lapangan dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat. Pendekatan tersebut penting karena kondisi infrastruktur di suatu wilayah tidak cukup hanya dilihat berdasarkan data yang sudah tersedia, tetapi juga perlu dikonfirmasi melalui kondisi aktual dan informasi dari masyarakat setempat.

“Semoga peta ini tidak hanya menjadi hasil dari program kerja KKN, tetapi bisa tetap dimanfaatkan oleh pihak kelurahan setelah kegiatan KKN selesai. Karena itu, kami mencoba menggabungkan peta dasar dengan informasi mengenai kondisi dan persebaran infrastruktur yang kami temukan di lapangan,” harap Koordinator Kelurahan, Fachri.

Selain melakukan observasi lapangan, mahasiswa juga melibatkan masyarakat dalam proses pengumpulan informasi wilayah. Wawancara dilakukan bersama ketua RW dan tokoh masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai batas-batas masing-masing RW di Kelurahan Mattiro Deceng. Sebanyak empat RW menjadi bagian dari proses pemetaan tersebut.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyusunan peta karena informasi yang diperoleh langsung dari warga dapat membantu mahasiswa memahami kondisi wilayah secara lebih detail. Data lapangan dan informasi dari masyarakat kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peta yang diharapkan dapat merepresentasikan kondisi Kelurahan Mattiro Deceng secara lebih aktual.

Salah satu inovasi yang dihadirkan dalam program ini adalah peta informasi digital yang dapat diakses melalui QR Code yang dicantumkan langsung pada peta. Dengan adanya QR Code tersebut, masyarakat maupun pihak yang berkepentingan dapat mengakses informasi digital mengenai persebaran infrastruktur di Kelurahan Mattiro Deceng dengan lebih mudah.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Bone Sambut Haru Kepulangan 393 Jemaah Haji Kloter 06 UPG, Semuanya Kembali Utuh dan Sehat

Selain menunjukkan persebaran infrastruktur, peta tersebut juga memuat informasi mengenai potensi dan permasalahan infrastruktur di wilayah kelurahan. Infrastruktur yang membutuhkan perhatian, seperti jalan, jembatan, dan tanggul yang perlu diperbaiki, turut dicatat sebagai bagian dari informasi yang tersedia dalam peta.

Melalui inovasi IMAP (Information Map) ini, mahasiswa berharap hasil pemetaan tidak hanya menjadi produk yang digunakan selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi Kelurahan Mattiro Deceng. Peta tersebut diharapkan dapat menjadi media informasi bagi masyarakat lokal maupun masyarakat dari luar wilayah, serta menjadi gambaran awal bagi mahasiswa atau pihak lain yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan KKN di Kelurahan Mattiro Deceng.

Lebih dari itu, informasi mengenai potensi dan permasalahan infrastruktur yang dihimpun melalui pemetaan diharapkan dapat menjadi basis data awal yang membantu pihak kelurahan dalam mengenali kondisi wilayah, menentukan kebutuhan penanganan infrastruktur, serta mendukung perencanaan dan pengembangan wilayah di masa mendatang. Dengan demikian, data yang telah dikumpulkan selama kegiatan KKN dapat tetap dimanfaatkan dan dikembangkan setelah program KKN-T Infrastruktur 116 berakhir.

Setelah proses penyusunan dan pemasangan selesai, peta tersebut kemudian diserahkan secara resmi kepada pihak Kelurahan Mattiro Deceng untuk dapat dimanfaatkan sebagai media informasi wilayah. Peta juga dipasang di Kantor Kelurahan Mattiro Deceng agar dapat diakses dan digunakan oleh pihak kelurahan maupun masyarakat.

BACA JUGA:  Perkemahan Terpadu PKS di Bakke Ditutup Kasat Lantas Polres Bone, Ini Juaranya

Kegiatan tersebut mendapatkan respons positif dari Lurah Mattiro Deceng, Rusdianto, S.E., beserta masyarakat. Pihak kelurahan menyambut baik kehadiran peta baru tersebut karena dapat menggantikan peta lama yang sudah tidak dapat digunakan secara optimal.

“Bagusmi ini, Nak. Bisa digantikan peta lama di kantor lurah karena sudah hilang. Ada mi juga batas-batas dan legendanya,” ungkap Lurah Mattiro Deceng.

Respons positif tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan informasi wilayah yang lebih jelas, lengkap, dan mudah dipahami. Kehadiran peta baru juga diharapkan dapat membantu pihak kelurahan dalam memberikan informasi mengenai kondisi dan batas wilayah Kelurahan Mattiro Deceng kepada masyarakat maupun pihak yang membutuhkan.

Program kerja ini menjadi salah satu wujud kontribusi KKN-T Infrastruktur 116 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pemanfaatan data spasial dan teknologi digital untuk kebutuhan masyarakat. Melalui perpaduan antara pemetaan wilayah, observasi infrastruktur, pengumpulan informasi masyarakat, serta inovasi peta digital, mahasiswa berupaya menghasilkan produk yang tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan sebagai sumber informasi dan data awal bagi Kelurahan Mattiro Deceng di masa mendatang. (*/Asdar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.