Perkuat Kapasitas Pedagogis, Delegasi UNIM Bone Ikuti Pelatihan Pembelajaran Transformatif

oleh -33 x dibaca

MAKASSAR, TRIBUNBONEONLINE.COM–Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Program Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Penerapan Pembelajaran Transformatif bagi Dosen Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 27–30 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar ini menghimpun puluhan akademisi dari pelbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, termasuk delegasi dari Universitas Muhammadiyah Bone. Pelatihan ini dirancang sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pedagogis pengajar di perguruan tinggi guna merespons tuntutan kompetensi abad ke-21.

BACA JUGA:  Gubernur Andi Sudirman : Meski RS Regional Bone Ini Tipe C, Namun Rasa Tipe A Dengan Alat Medis Canggih

Urgenitas pelaksanaan kegiatan ini berakar pada kebutuhan untuk mentransformasi pola pengajaran konvensional menuju pendekatan yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning). Melalui perspektif pembelajaran transformatif, dosen diarahkan tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi (knowledge transmitter), tetapi juga sebagai fasilitator yang memicu daya kritis, refleksi analitis, serta kemandirian belajar mahasiswa. Pendekatan ini dipandang krusial dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap dinamika dunia kerja dan tantangan sosial.

Selama empat hari intensif, para peserta mendapatkan pembekalan materi yang dipadukan dengan sesi simulasi serta lokakarya terstruktur. Tim fasilitator mengarahkan para dosen untuk menyusun ulang Rencana Pembelajaran Semester (RPS), merancang instrumen asesmen yang lebih otentik, serta mengintegrasikan metode problem-based learning dan case-based learning ke dalam kurikulum mata kuliah masing-masing. Setiap sesi didesain interaktif guna memastikan setiap peserta mampu menerjemahkan teori ke dalam praktik instruksional.

BACA JUGA:  Upacara HUT Kemerdekaan RI, Pegawai BRI Sinjai Kompak Berbusana Adat Nusantara 

Kehadiran dosen dari berbagai institusi, termasuk Universitas Muhammadiyah Bone bersama civitas akademika dari beragam kampus negeri dan swasta di Sulawesi Selatan, memberikan nilai tambah berupa pengayaan perspektif. Diskusi silang antar-akademisi memungkinkan terjadinya pemetaan masalah pembelajaran yang aktual di daerah, sekaligus pembentukan jejaring kolaborasi instruksional yang relevan dengan kondisi sosiokultural daerah masing-masing.

Melalui penutupan rangkaian kegiatan pada Kamis sore, pihak penyelenggara menekankan pentingnya keberlanjutan hasil pelatihan dalam implementasi nyata di ruang kelas. Luaran dari program ini diharapkan dapat segera diterapkan pada semester mendatang, sehingga dampak perbaikan kualitas pembelajaran dapat dirasakan secara langsung oleh mahasiswa dan berimplikasi positif pada peningkatan mutu pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Susenas Seruti September Datang Lagi, BPS Sinjai Siapkan 20 Petugas

Laporan: Andi Suwarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.