Sisa Makanan MBG Disulap Jadi Eco Lindi, PNUP Dorong SMP Negeri 1 Kahu Menuju Adiwiyata Nasional

oleh -52 x dibaca

KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM–3Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan Sosialisasi Pemanfaatan Sisa Makanan MBG sebagai Sampah Organik untuk dijadikan Eco Lindi (Leachate) sekaligus pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan pembuatan reaktor fermentasi aerob eco lindi. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kahu, Kabupaten Bone yang saat ini sedang mempersiapkan diri sebagai salah satu kandidat Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diketuai oleh Dr. Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar, M.T., M.Pd., dengan anggota dosen Dr. M. Yasser, S.Si., M.Si., Dr. Muallim Syahrir, S.T., M.T., serta Dr. Setyo Erna Widiyanti, S.ST., M.Eng. Program ini didanai melalui BLU Politeknik Negeri Ujung Pandang Tahun Anggaran 2026.

Tim PNUP memperkenalkan konsep pengelolaan sisa makanan MBG agar tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi sebagai sumber bahan organik yang dapat diolah menjadi eco lindi. Eco lindi yang dihasilkan melalui proses fermentasi aerob berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pertanian ramah lingkungan. Selain itu, pemanfaatan sampah plastik yang berada di sekitar sekolah, seperti di pasar atau tempat pembuangan sampah di lingkungan siswa maupun guru dapat menjadi reaktor sederhana yang juga menjadi bentuk edukasi praktis kepada warga sekolah tentang pentingnya mengurangi timbulan sampah melalui inovasi tepat guna.

BACA JUGA:  Duta Pelajar Sulsel Regional Bone Peduli Lingkungan 

Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendampingi sekolah membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan.

“Sisa makanan MBG tidak boleh berhenti sebagai sampah. Melalui sentuhan teknologi sederhana, limbah organik dapat diolah menjadi eco lindi yang bernilai guna, sementara sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali sebagai reaktor fermentasi aerob. Inilah bentuk edukasi lingkungan yang tidak hanya teoritis, tetapi langsung dapat dipraktikkan oleh siswa, guru, dan warga sekolah,” ujar Dr. Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar.

Ia menambahkan, kehadiran dosen dan mahasiswa PNUP di SMP Negeri 1 Kahu menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perguruan tinggi dalam mendukung penguatan sekolah berbasis lingkungan.

BACA JUGA:  Kepala UPT SDN 197 Tanete Harapan Melaksanakan Kegiatan Observasi Guru 

“Kami berharap SMP Negeri 1 Kahu semakin kuat sebagai sekolah yang tidak hanya peduli lingkungan, tetapi juga mampu menjadi pusat praktik baik pengelolaan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini menjadi bagian kecil dari ikhtiar besar mendukung SMP Negeri 1 Kahu menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional,” tambahnya.

Kepala SMP Negeri 1 Kahu, Andi Hasriani Asfar, S.S., S.Pd., M.M., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan PNUP selama ini menjadi kekuatan penting bagi sekolah dalam membangun ekosistem inovasi, kepedulian lingkungan, dan pembelajaran berbasis praktik.

“Kami sangat berterima kasih kepada Politeknik Negeri Ujung Pandang yang senantiasa menjadikan SMP Negeri 1 Kahu sebagai ruang kolaborasi, laboratorium penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat membantu sekolah dalam memperkuat budaya peduli lingkungan, terutama dalam mendukung persiapan menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional,” ungkap Andi Hasriani Asfar.

Andi Hasriani juga menegaskan bahwa keberhasilan program lingkungan di SMP Negeri 1 Kahu tidak terlepas dari peran aktif para guru yang tergabung dalam Kelompok Inovasi Sekolah sebagai mitra kegiatan.

BACA JUGA:  Seni Budaya Murid Kelas VI UPT SD Inpres 5/81 Cinnong Sajikan Kreasi Nasi Tumpeng

“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada Kelompok Inovasi Sekolah, para guru hebat SMP Negeri 1 Kahu, yang selalu mendukung dan menyukseskan berbagai program lingkungan sekolah. Mereka adalah penggerak utama dalam menjaga semangat Adiwiyata tetap hidup di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat pendidikan karakter peduli lingkungan di kalangan siswa. Dengan mengolah sisa makanan MBG menjadi eco lindi dan memanfaatkan sampah plastik sebagai reaktor fermentasi aerob, SMP Negeri 1 Kahu tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membangun budaya inovasi hijau yang aplikatif, edukatif, dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara PNUP dan SMP Negeri 1 Kahu menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat melahirkan solusi lingkungan yang sederhana, murah, dan berdampak. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan semakin siap memperkuat posisinya sebagai kandidat Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional serta menjadi contoh praktik baik pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bone. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.