Waisak Jadi Simbol Harmoni dan Persaudaraan di Bumi Arung Palakka

oleh -133 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Suasana penuh kehangatan, persaudaraan, dan semangat toleransi mewarnai pelaksanaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Ahad (28/6/2026), di Graha Saloka Sabba, Vihara Dharma Palakka, Kabupaten Bone.

Kehadiran Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM disambut hangat oleh Ketua PSMTI Kabupaten Bone Hakim Lewa, para pengurus Vihara Dharma Palakka, Bhikkhu Sangha, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta ratusan umat Buddha yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat hingga berbagai provinsi di Indonesia.

Momentum keagamaan tersebut tidak hanya menjadi perayaan Hari Tri Suci Waisak, tetapi juga dirangkaikan dengan peresmian dan penandatanganan prasasti Aula Graha Loka Sabba, sebuah fasilitas yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.

Ketua Panitia Pelaksana, Eveline Caroline Sanger, melaporkan, perayaan Waisak tahun ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar seremoni keagamaan.

“Perayaan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mempererat tali persaudaraan, memperkokoh kerukunan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir, mulai dari Bhikkhu Sangha, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, para donatur, sponsor hingga masyarakat dari berbagai daerah.

BACA JUGA:  Hari Keselamatan Lalu Lintas, Kasat Lantas Polres Bone Dan Jasa Raharja Bagi Helm Ke Pengurus Masjid

Menurut Eveline, kehadiran seluruh elemen masyarakat menjadi bukti bahwa nilai toleransi dan kebersamaan terus tumbuh subur di Kabupaten Bone.

“Semangat gotong royong yang melahirkan aula ini menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan karya besar bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan penuh kekeluargaan berkat dukungan seluruh masyarakat Bone yang selama ini menjaga kerukunan antarumat beragama.

Bagi panitia, Waisak bukan hanya mengenang tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya cinta kasih, kebijaksanaan, kepedulian, dan perdamaian yang harus terus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu momen yang paling mengundang perhatian hadir melalui pesan Waisak yang disampaikan Bhikkhu Dhammasubho Mahathera.

Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh humor, beliau mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bone, Wakil Bupati Bone beserta jajaran Forkopimda yang hadir.

“Biasanya tidak mudah menghadirkan para pimpinan daerah dalam kegiatan seperti ini. Hari ini semuanya hadir. Mari kita berikan apresiasi,” ungkapnya yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin.

BACA JUGA:  70 CPNS Bone Terima SK dari Bupati, Diminta Jadi Garda Terdepan Antinarkoba dan Antikorupsi

Bhikkhu Dhammasubho kemudian mengenang pertemuannya bersama Bupati Bone pada Januari lalu ketika meninjau kawasan Vihara Dharma Palakka. Saat itu, Bupati berjanji akan menghadiri peresmian apabila pembangunan aula telah selesai.

“Biasanya dulu kalau ada acara hanya memakai tenda. Sekarang rumah kita sudah berdiri megah. Semua ini selesai hanya dalam waktu sekitar tiga bulan dan murni hasil swadaya masyarakat. Tidak ada bantuan hibah ataupun bantuan pemerintah. Ini lahir dari semangat gotong royong,” tuturnya.

Lebih jauh, Bhikkhu Dhammasubho mengungkapkan rasa bangganya karena acara tersebut dihadiri peserta dari berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Aceh, Palembang, Jakarta, Kalimantan, Surabaya, Bali, Gorontalo hingga berbagai daerah di Sulawesi.

Menurutnya, kehadiran peserta dari Sabang hingga Merauke bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja.

Dengan penuh canda, ia menyebut Kabupaten Bone memiliki “magnet” yang mampu menarik perhatian masyarakat dari seluruh Indonesia.

“Siapa magnetnya? Ya Bapak Bupati,” ujarnya yang kembali disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Ketua PSMTI Bone Hakim Lewa bersama Istri

Dalam kesempatan itu, Bhikkhu Dhammasubho juga menyinggung kiprah keluarga besar Andi Asman Sulaiman yang dinilainya memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Ia menyebut kakak Bupati menjabat sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia, sementara salah satu saudaranya memimpin Provinsi Sulawesi Selatan sebagai gubernur.

“Bone memang selalu melahirkan tokoh-tokoh besar yang mengisi ruang penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Setiap zaman selalu ada putra terbaik Bone yang tampil memimpin,” katanya.

BACA JUGA:  Hujan Deras, Personel Satlantas Polres Bone Tetap Semangat Pam Jamaah Haji

Menurutnya, itulah yang membuat banyak orang dari berbagai daerah ingin datang langsung ke Kabupaten Bone, bukan hanya melihatnya melalui media.

Perayaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja tahun ini menjadi gambaran nyata wajah Kabupaten Bone sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi.

Di dalam satu ruangan, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat dari berbagai latar belakang duduk berdampingan dalam suasana penuh keakraban.

Peresmian Aula Graha Loka Sabba pun menjadi simbol bahwa pembangunan tidak selalu lahir dari bantuan besar, tetapi juga dapat tumbuh dari gotong royong, kepedulian, dan rasa memiliki masyarakat terhadap tempat ibadah serta kehidupan sosial di sekitarnya.

Di penghujung acara, doa-doa dipanjatkan agar cahaya Dhamma senantiasa menerangi langkah seluruh masyarakat, menumbuhkan kebijaksanaan dalam berpikir, cinta kasih dalam bertindak, serta memperkuat semangat persaudaraan dalam membangun Kabupaten Bone yang damai, harmonis, dan semakin maju.

Di Bumi Arung Palakka, Waisak tahun ini bukan sekadar sebuah perayaan keagamaan. Ia menjelma menjadi perayaan kebersamaan—tempat keberagaman bertemu, gotong royong bertumbuh, dan harmoni menemukan rumahnya. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.