Kecelakaan Tunggal di Jembatan PanasaE Lappariaja, Pengendara Ojek Meninggal Dunia

oleh -55 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Seorang pengendara sepeda motor, Lel. RISE (46), warga Dusun PanasaE, Desa Tonronge, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di jembatan Dusun PanasaE, Desa Tonronge, Kecamatan Lappariaja, Kamis (18/6/2026).

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan kerap mengojek itu ditemukan warga dalam keadaan tak bernyawa di sungai bawah jembatan sekitar pukul 07.00 Wita, dengan sepeda motor Suzuki yang dikendarainya menindih tubuhnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kecelakaan diperkirakan terjadi pada malam sebelumnya saat korban melintas sendirian mengendarai sepeda motor tanpa menyalakan lampu.

BACA JUGA:  Mesra, Pejabat Kemenag Adu Vokal Duet Suami Istri di Porseni HAB ke-80

Kondisi jalan yang menurun, licin, dan menikung tajam sebelum jembatan diduga membuat korban kehilangan kendali atas kendaraannya. Akibatnya, korban bersama sepeda motornya terjun dari jembatan ke sungai yang dipenuhi bebatuan tajam di bawahnya.

Hasil pemeriksaan awal di tubuh korban menemukan sejumlah luka terbuka, yakni di bagian kepala, di bawah mata sebelah kiri, dan di samping mata kiri. Korban ditemukan warga dalam posisi tertindis sepeda motornya dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolsek Lappariaja Iptu Muh. Suaib membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung mendatangi lokasi begitu menerima informasi dari warga.

BACA JUGA:  Sambangi PG Camming, Polres Bone Beri Bimbingan dan Arahan Kepada 25 Security 

“Begitu menerima laporan, anggota kami segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal sekaligus membantu evakuasi korban ke rumah duka. Kami turut berduka atas kejadian ini,” ujar Iptu Muh. Suaib.

Ia menambahkan, pihak keluarga telah menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Meski demikian, Polsek Lappariaja tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian ini, meskipun keluarga korban menolak autopsi. Kami juga mencatat bahwa jembatan di lokasi kejadian belum memiliki pagar pembatas, dan ini akan menjadi salah satu perhatian kami untuk diteruskan ke instansi terkait,” tambahnya.

BACA JUGA:  Budayawan Muhannis berpulang, PSB Bone Sangdara Turut Berduka

Dari olah TKP, petugas mengamankan satu unit sepeda motor Suzuki tanpa plat nomor milik korban sebagai barang bukti.

Kapolsek Lappariaja turut mengimbau masyarakat, khususnya pengendara yang sering melintas pada malam hari, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, termasuk lampu penerangan, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan menurun, licin, dan menikung guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.