Haul ke-59 Andi Mappanyukki, Momentum Meneladani Nilai Kepemimpinan dan Perjuangan Arumpone

oleh -62 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kerukunan Keluarga Wija Arumpone (KKWA) kembali memperingati haul ke-59 H. Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim Arumpone, Sabtu (4/4/2026), di Kompleks Saoraja Andi Mappanyukki, Museum Lapawawoi, kota Watampone. Peringatan ini berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi refleksi atas keteladanan sosok raja Bone ke-32 dan ke-34, Pahlawan Nasional asal Sulawesi Selatan tersebut.

Peringatan ini menandai wafatnya tokoh besar Bone pada 18 April 1967 – 18 April 2026/1447 Hijriah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua umum KKWA Andi Bau Zaldi Datu Appo Mappanyukki, jajaran Forkopimda, pengurus KKWA, serta keluarga besar keturunan Andi Mappanyukki.

BACA JUGA:  Pemerintah dan Masyarakat Kajuara Ikut Menyukseskan Rangkaian Kegiatan Peringatan HJB Ke- 696

Mayjen (Purn) TNI-AD Andi Muhammad Bau Sawe Mappanyukki cucu Andi Mappanyukki, turut hadir dan menyampaikan refleksi sejarah perjuangan sang tokoh.

Dalam sambutannya, Andi Muhammad Bau Sawe Mappanyukki menekankan bahwa Andi Mappanyukki merupakan figur pemimpin berintegritas tinggi yang menjunjung nilai kejujuran (malempu), ketegasan (magetteng), serta keberanian dalam membela harga diri tanpa mengorbankan rakyatnya.

“Beliau adalah teladan kepemimpinan yang cerdas dan berani. Sudah sepatutnya kita mempelajari dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyebut peringatan haul ini sebagai momentum penting untuk mengingat jasa pahlawan daerah yang telah berkontribusi besar dalam perjuangan melawan penjajahan.

BACA JUGA:  Situs Sejarah Pertanian Desa Samaelo

“Andi Mappanyukki adalah tokoh perjuangan rakyat Sulawesi Selatan yang tidak pernah gentar menghadapi penjajah Belanda maupun Jepang. Beliau layak menjadi panutan dalam kehidupan,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan haul ini terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus penguatan nilai sejarah bagi generasi mendatang.

Acara turut diisi dengan lantunan salawat Nabi oleh kelompok Muslimat NU binaan Andi Syamsiar Halid, yang menambah kekhidmatan suasana, sebelum ditutup dengan sesi foto bersama keluarga besar KKWA.

Peringatan haul ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana meneguhkan kembali nilai-nilai kepemimpinan, keberanian, dan pengabdian kepada bangsa yang diwariskan oleh Andi Mappanyukki. (Sugi)

BACA JUGA:  Syukuri Hasil Panen Melimpah, Warga Desa Walimpong Gelar Mappadendang Mappadekko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.