Atraksi Sirawu Sulo Memukau di HJB ke-696, Warisan Budaya Pongka Tampil Heroik

oleh -87 x dibaca
Para pemuda Desa Pongka dari Komunitas Sirawu Sulo Art swafoto usai tampilkan aksi memukau di ajang Festival Seni Budaya Hari Jadi Bone (HJB) ke-696.

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Aksi memukau ditampilkan para pemuda Desa Pongka melalui komunitas Sirawu Sulo Art dalam Festival Seni Budaya memperingati Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 di Lapangan Merdeka, Watampone, Sabtu malam (4/4/2026). Atraksi permainan api yang sarat makna sejarah itu sukses mencuri perhatian publik.

Sebanyak 23 peserta yang terdiri dari 9 perempuan dan 14 laki-laki tampil penuh keberanian membawakan tarian api khas tradisi Sirawu Sulo. Mereka mempertontonkan aksi ekstrem, mulai dari menyemburkan minyak tanah yang disulut api hingga membakar bagian tubuh tanpa menunjukkan rasa sakit.

BACA JUGA:  Demistifikasi dan Kontra Mitos Kayu Bolong Sanrego

Aksi tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menggambarkan nilai keberanian dan warisan budaya masyarakat Desa Pongka yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sekretaris Desa Pongka, Aris S, menjelaskan bahwa pertunjukan Sirawu Sulo membutuhkan latihan khusus selama kurang lebih tiga bulan. Tradisi ini, kata dia, merupakan bentuk “perang api” menggunakan bahan dari daun kelapa kering yang dinyalakan dan dimainkan pada malam hari di ruang terbuka.

“Tradisi ini biasanya digelar selama tiga malam berturut-turut. Sebelum pelaksanaan, peserta berkeliling kampung menabuh gendang sambil membawa obor, sekaligus mempersiapkan jamuan melalui prosesi adat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bupati Bone Dorong Revitalisasi Situs Bersejarah di Manurunge ri Matajang
Para peserta tampil penuh keberanian membawakan tarian api khas tradisi Sirawu Sulo Desa Pongka.

Ia menambahkan, dalam rangkaian ritual tersebut juga dilakukan penyerahan hewan kepada tokoh adat (Sandro Wanua) untuk disembelih sebagai bagian dari persiapan acara.

Sementara itu, salah satu anggota Sirawu Sulo Art, Muhammad Aldi, mengungkapkan bahwa sebelum atraksi dimulai, peserta terlebih dahulu mengoleskan minyak kelapa yang telah didoakan ke seluruh tubuh.

“Kami hanya merasakan hawa panas, tetapi tidak sampai melukai kulit. Ini sudah menjadi bagian dari tradisi, dan semua peserta harus warga asli Desa Pongka,” katanya.

Diketahui, tradisi Sirawu Sulo merupakan agenda budaya yang rutin digelar setiap pesta panen tiga tahunan di Desa Pongka. Penampilan di HJB Bone menjadi salah satu upaya pelestarian sekaligus pengenalan budaya lokal kepada masyarakat luas.

BACA JUGA:  Libureng Apakah Aliran Sesat? Ini Penjelasan Ketua MUI Bone

Atraksi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menguatkan pesan bahwa kearifan lokal dan tradisi leluhur tetap relevan serta patut dijaga di tengah perkembangan zaman. (Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.