Sulap Pekarangan Sempit Jadi Kebun Produktif, UPT SD Inpres 4/82 Bajoe Tuai Inspirasi

oleh -55 x dibaca

TANETE RIATTANG TIMUR, TRIBUNBONEONLINE.COM– Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh warga sekolah UPT SD Inpres 4/82 Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone dengan menyulap pekarangan sempit menjadi kebun produktif yang memberi banyak manfaat.

Berawal dari keterbatasan lahan, pihak sekolah justru melihat peluang untuk mengoptimalkan ruang yang ada. Dengan memanfaatkan sudut-sudut pekarangan, pot bekas, hingga media tanam sederhana, berbagai jenis tanaman seperti sayuran, cabai, dan tanaman obat berhasil dibudidayakan.

Kepala UPT SD Inpres 4/82 Bajoe, Andi Kasmawati, S.Pd mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menanamkan nilai kemandirian, kepedulian lingkungan, serta keterampilan praktis kepada para murid sejak dini.

BACA JUGA:  DPK BKPRMI Tanete Riattang Gelar Halal Bihalal: Tekankan Pentingnya Memberi Maaf dan Hidupkan Remaja Masjid

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada murid bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya. Justru dari lahan sempit, kita bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujarnya. Rabu (01/04/26).

Ia juga menambahkan bahwa kebun sekolah tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga sumber inspirasi bagi murid dan masyarakat sekitar. Hasil panen dari kebun tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah dan sebagian dibagikan kepada warga.

Program ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga murid, yang secara bergotong royong merawat tanaman setiap hari. Selain itu, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan pembelajaran, seperti pelajaran IPA dan keterampilan hidup.

BACA JUGA:  Wabup Bone Andi Akmal Pasluddin Tutup Gelaran Ramadhan Fest Volume 1

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu mengedukasi sekaligus memberdayakan. Dengan keberhasilan ini, UPT SD Inpres 4/82 Bajoe diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi sumber daya yang produktif dan berkelanjutan. (Tamzil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.