Muhammadiyah Bone Gelar Salat Id di Kampus UNIM, Serukan Spirit Perbaikan Daerah

oleh -287 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Masyarakat Muhammadiyah Kabupaten Bone melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di pelataran Kampus UNIM Bone, Jumat (20/3/2026), dalam suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Ibadah tersebut mengusung tema “Diklat Ramadan Melahirkan Manusia Otentik”, yang menekankan pentingnya transformasi diri pasca Ramadan menuju pribadi yang lebih jujur, berintegritas, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Bertindak sebagai khatib, Irwan Mustafa, S.Pd., MM, yang merupakan anggota Lembaga Seni Bimbingan Olahraga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Sementara itu, Imam dipimpin oleh Immawan Muhammad Arwan.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, disampaikan oleh panitia, Syarifuddin. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan capaian pembangunan selama satu tahun terakhir melalui program BerAmal yang dijalankan Bupati Bone bersama Wakil Bupati Bone.

BACA JUGA:  Jawaban Tegas BKN, Sekwan Bone Harus Dilantik Paling Lambat 14 Oktober 2025

“Kita patut bersyukur karena pembangunan yang dilakukan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Terima kasih atas kebersamaan ini,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Syarifuddin.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dalam memperbaiki daerah menuju visi Bone yang lebih maju, sejahtera dan “Maberre”.

“Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga demi mewujudkan Bone yang lebih baik ke depan,” lanjutnya.

Pelaksanaan Salat Id ditutup dengan tradisi saling bersalaman antarjamaah, mencerminkan nilai kebersamaan dan saling memaafkan di hari kemenangan. Suasana penuh kehangatan terlihat ketika warga mengabadikan momen melalui swafoto bersama keluarga dan kerabat sebelum kembali ke rumah masing-masing untuk bersilaturahmi.

BACA JUGA:  Gagalkan Begal, Personel Satlantas Polres Bone Diganjar Penghargaan Dari Bupati Bone

Momentum Idulfitri ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi titik awal memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan semangat membangun daerah secara berkelanjutan. (Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.