TRANSFORMASI PEREKONOMIAN SULSEL DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

oleh -141 x dibaca
Marsuki (Guru Besar FEB Unhas)

Oleh: Marsuki

(Guru Besar FEB Unhas)

 

Menarik untuk mengamati data BPS yang baru terbit. Secara statistik tercatat bahwa secara makro tren perekonomian Sulsel menunjukkan perbaikan cukup signifikan., baik secara regional di KTI maupun Nasional. Suatu indikasi positif di tengah ketidakpastian perekonomian global yang terus masih membuncah. Dibanding nasional.

Diantara indikator utama, tercermin pada tren pertumbuhan ekonomi selama beberapa tahun terakhir, bisa tumbuh diatas 5%. Misalnya pada tahun 2024, hanya 5,31%, namun pada tahun 2025 naik menjadi 5,43%. Ada beberapa faktor penentu pertumbuhan tersebut yang cukup menarik disimak, sehingga dapat dikatakan bahwa perekonomian Sulsel sedang mengalami tren transformasi yang positif yang dimungkinkan oleh adanya pergeseran aktivitas ekonomi dari ekonomi semi tradisional menuju ekonomi yang lebih maju dan terintegrasi.

Sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi tulang punggung perekonomian Sulsel, sekitar 23%, namun kini dengan mulai dilaksanannya program hilirisasi dari beberapa produk potensial dan strategis Sulsel, maka beberapa hasil produk primer pertanian atau industri tertentu telah mengalami proses industrialisasi melalui proses pengolahan dari bahan primer menjadi bahan setengah jadi atau barang akhir yang bernilai tambah tinggi untuk komoditas padi, rumput laut, termasuk komoditas tambang dan produk lainnya. Pengolahannya di dilaksanakan di Kawasan Industri utama Sulsel, KIMA Makassar dan Bantaeng. Termasuk mulai didorong penggunaan teknologi bibit unggul baru di sektor pertanian untuk komoditas padi dan jagung di beberapa daerah, Bone dan Sidrap

BACA JUGA:  80 Tahun Indonesia, Kemerdekaan Atau Petaka ?

Hal yang menarik, mulai terjadi transformasi aktivitas ekonomi dari sektor primer/sekunder ke peran sektor moderen, yakni sektor jasa/services yang terus meningkat. Sehingga pada tahun 2025, telah menjadi penentu utama perekonomian Sulsel tahun 2025. Melalui peran Sulsel sebagai hub ekonomi di KTI maka dengan mulai aktifnya New Port Makassar telah mendukung pesatnya peran sektor transportasi dan pergudangan. Kemudian dengan kelengkapan lembaga pendukung strategis utama di Sulsel, utamanya lembaga keuangan bank dan non bank, serta peran jasa teknologi informasi yang semakin besar, maka telah meningkatkan peran sektor jasa keuangan, khususnya perbankan dan peran digitalasasi, serta sektor jasa2 pendukung lain (Kesehatan dan Pendidikan). Sehingga telah mendongkrak perputaran sektor ekonomi Sulsel, utamnya sektor UMKM.

Sesuai data, perbaikan kinerja ekonomi sektoral tersebut didorong karena perbaikan atau peningkatan sisi permintaan pelaku ekonomi secara signifikan. Seperti Konsumsi rumah tangga, non rumah tangga, dan juga konsumsi pemerintah. Termasuk peningkatan investasi dan ekspor komoditas unggulan yang cukup menjanjikan. Tidak dapat dinafihkan bahwa perbaikan yang terjadi karena adanya dukungan beberapa kebijakan prioritas Pemprov, diantaranya Multi Years Project (MYP) 3,7 Triliun, bekerjasama dengan beberapa Pemda/Pemkot yang rencana dan sedang dilaksanakan sampai tiga tahun kedepan untuk membiayai beberapa proyek strategis yang didukung pemerintah pusat. Seperti pembenahan sektor infrastruktur konektivitas jalan lintas daerah, perbaikan sektor kesehatan, dan pendidikan.

BACA JUGA:  Arahan Bupati Bone: Sebuah Langkah Mundur dalam Transparansi Pemerintahan

Dengan perbaikan sisi sektoral dan peran pelaku ekonomi tersebut, maka baik langsung atau tidak telah memberi dampak positif terhadap perbaikan beberapa indikator makro ekonomi utama lainnya. Seperti tingkat pengangguran yang tercatat menurun walaupun kecil, dari 4,33% di tahun 2024, menjadi 4,21% tahun 2025. Menariknya, walaupun penurunan pengangguran tersebut relatif kecil, namun telah berdampak positif pada penurunan tingkat kemiskinan yang relatif memadai, dari tingkat 8,06% tahun 2024, turun menjadi 7,3% pada tahun 2025.

Salah satu faktor penentu lain dari penurunan kemiskinan tersebut, karena kemampuan beberapa otoritas atau pihak terkait dalam Tim TPID, utamanya BI Makassar mengendalikan volatilitas inflasi yang cukup efektif, sehingga inflasi terkendali sesuai target kebijakan, di kisaran 2,5-3.0%. Sehingga daya beli masyarakat kebanyakan dapat dipertahankan. Penurunan tingkat kemiskinan tersebut juga dimungkinkan berkat adanya pelaksanaan program bantuan sosial yang sudah diperbaiki, diantaranya dalam pendataan dan proses distribusinya, sehingga penyalurannya semakin baik dan tepat sasaran.

BACA JUGA:  KETAHANAN PANGAN DALAM ISLAM (SERI 5): KEDAULATAN PANGAN DAN PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PETANI MUSLIM

Kemudian, dari sisi aspek mikro, tern perekonomian Sulsel dapat diamati melalui bagaimana perkembangan kondisi riel yang dialami masyarakat kebanyakan, utamanya dalam kaitan dengan ukuran tingkat kualitas hidup penduduk kebanyakan guna memenuhi berbagai kebutuhan dasar atau primer mereka dalam aspek standar hidup minimal, kesehatan, dan pendidikannya. Secara umum, diantaranya mengamati tren perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan secara spesifik, diantaranya diantaranya menggunakan indikator Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Nelayan (NTN). Mengamati perkembangan data resmi, terlihat tren perkembangan IPM Sulsel meningkat dalam kategori tinggi, pada indeks 75,18 yahun 2024, meningkat menjadi 75,92. Demikian juga dengan NTP pada periode Februari 2025 pada angka 124,53 dari 116,02 pada Januari 2024. Suatu peningkatan yang cukup baik. Termasuk NTN Perikanan yang cendrung stabil dan cendrung meningkat, pada September 2025 di level 114,46 menjadi 118,30 pada Januari 2026 ini.

Penutup, berdasarkan data-data statistik yang ada, dapat dikatakan bahwa tren perkembangan perekonomian Sulsel, utamanya setahun terakhir menunjukkan perbaikan signifikan walaupun perekonomian global masih penuh ketidakpastian. Hal ini kemungkinan karena adanya pergeseran atau transformasi aktivitas para pelaku ekonomi serta dukungan kebijakan para otoritas strategis terkait yang terintegrasi diantara pemerintah Provinsi bersama Pemda Kabupaten/Kota, dan Pmerintah Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.