WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone mengikuti workshop intensif dalam rangka Revisi Kurikulum pada Ahad hingga Senin, 8-9 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus UNIM Bone ini menjadi langkah strategis universitas untuk memastikan relevansi lulusan di tengah dinamika dunia kerja yang terus bertransformasi.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UM Bone Dr. H. Muhammad Jafar,,S.Pd.,M.Pd. yang didampingi oleh Wakil Rektor 1, Dr. Muh. Safar, M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan “kompas” yang menentukan kualitas intelektual dan karakter mahasiswa. Beliau berharap revisi ini mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Hadir pula dalam kegiatan ini, Dekan FKIP beserta jajaran pimpinan fakultas lainnya, termasuk Wakil Dekan FKIP. Kehadiran para pimpinan lintas fakultas ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam upaya peningkatan mutu akademik di lingkungan UNIM Bone, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam kurikulum inti.

Diskusi dan perumusan kurikulum ini diikuti dengan antusias oleh seluruh Ketua Program Studi (KPS) serta jajaran dosen FKIP. Partisipasi aktif para pendidik ini menjadi kunci utama dalam membedah capaian pembelajaran lulusan (CPL) agar
Tululsejalan dengan standar nasional pendidikan tinggi namun tetap memiliki kekhasan lokal yang menjadi keunggulan UNIM Bone.
Materi inti dalam workshop dua hari ini dibawakan langsung dari Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, M.Si. Dalam paparannya, beliau menggarisbawahi pentingnya kurikulum yang fleksibel dan berorientasi pada kompetensi abad ke-21. Beliau mendorong para dosen untuk berani melakukan terobosan dalam metode pengajaran guna menciptakan ekosistem belajar yang merdeka dan kolaboratif.
Selama hari Ahad dan Senin, suasana di aula kampus diisi sesi diskusi dan presentasi draf kurikulum. Prof. Jamaluddin memberikan masukan terkait penyusunan perangkat pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan mampu memicu kreativitas serta daya kritis mahasiswa.
Kegiatan ini ditutup pada hari Senin dengan komitmen bersama untuk segera mengimplementasikan hasil revisi tersebut. Dengan workshop ini, FKIP UNIM Bone optimis dapat terus mencetak pendidik dan tenaga kependidikan yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah. (*)








