Cifor-ICRAF Bersama DP3A Gelar Sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Anak di Massila

oleh -143 x dibaca

PATIMPENG, TRIBUNBONEONLINE.COM– Cifor-ICRAF bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Desa Massila, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Cifor-ICRAF Bogor, Ratnasari, yang bertindak sebagai fasilitator dan menyampaikan materi terkait strategi serta langkah-langkah dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan anak.

Kepala Desa Hulo, Hasyim, yang juga sebagai peserta dalam sosialisasi ini, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pemahaman yang jelas tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Semoga melalui sosialisasi ini, desa kami dan desa lainnya bisa lebih siap mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan berpihak pada perempuan serta anak,” ujar Hasyim.

BACA JUGA:  Polsek Amali Polres Bone Bagi Takjil Kepada Masyarakat 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Andi Mirna, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

“Desa memiliki peran strategis dalam melindungi dan memenuhi hak perempuan serta anak. Melalui sosialisasi ini, kami berharap pemerintah desa dan masyarakat semakin memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas kekerasan, sehingga perempuan dan anak dapat tumbuh dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” ujar Hj. Andi Mirna.

BACA JUGA:  Lokakarya Mini Lintas Sektoral Triwulan IV, Kepala Puskesmas Libureng dan Tana Batue Paparkan Capaian di Penghujung Tahun

Sementara itu, Koordinator ICRAF Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Syahrir, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan desa yang bebas dari perundungan serta aman bagi perempuan dan anak.

“Prinsip utama dalam desa ramah perempuan dan anak adalah nol perundungan. Kita masih menghadapi berbagai isu seperti kekerasan terhadap anak, perkawinan usia dini, hingga keterbatasan ruang aman bagi perempuan dan anak di desa. Melalui program ini, desa didorong membangun sistem perlindungan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menyediakan ruang partisipasi agar perempuan dan anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara aman dan bermartabat,” kata Muhammad Syahrir.

BACA JUGA:  Babinsa Kelurahan Apala Hadiri Lomba Kebersihan dan Tata Upacara Sekolah Tingkat Sekolah Dasar di SD Negeri 207 Apala

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Bone, di antaranya Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DP3A Bone, Nur Afida, S.Sos., M.Si.

Peserta sosialisasi berasal dari empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Magenrang, Latellang, Hulo, dan Massila.

Sebagai bentuk tindak lanjut, para perwakilan desa menandatangani komitmen bersama pencanangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak menuju Ruang Bersama Indonesia.

Penulis : Affandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.