CIFOR–ICRAF Adakan Peningkatan Kapasitas Petani Tiga Desa Hilir DAS Walennae

oleh -573 x dibaca

CENRANA, TRIBUNBONEONLINE.COM – Jumat (12/12/2025), CIFOR–ICRAF kembali memperkuat kapasitas petani dan masyarakat di Kabupaten Bone melalui pelatihan pengelolaan bentang lahan berkelanjutan pada level sub–DAS.

Kegiatan ini diikuti tiga kelompok tani dari Desa Pallime, Pusungge, dan Laoni, yang menjadi bagian dari program penguatan tata kelola lahan di wilayah hilir DAS Walennae.

Pelatihan dibuka dengan pre-test untuk melihat pemahaman awal peserta terkait konsep pengelolaan bentang lahan. Selanjutnya, para peserta mendalami pendekatan landscape management melalui permainan H2ours, sebuah metode visual–interaktif yang menggambarkan keterhubungan antara aktivitas pertanian, air, tanah, dan keberlanjutan ekologi.

BACA JUGA:  Anggota Pramuka MTs Al Hidayah Bakke Antusias Ikuti Latihan

Menggunakan replika tanam, peserta melakukan simulasi menanam, menganalisis keputusan, serta memetakan risiko dan peluang di desa masing-masing.

Fasilitasi dipimpin oleh Erni, fasilitator ICRAF Sulawesi Selatan, bersama seluruh pendamping lapangan CIFOR–ICRAF. Peserta kemudian dibagi dua kelompok, A dan B, untuk melihat bagaimana setiap keputusan pengelolaan berdampak pada kondisi lingkungan.

“Semoga metode ini tidak hanya dipahami hari ini, tetapi betul-betul ditransformasikan menjadi praktik di tingkat desa. Semakin banyak petani memahami keterkaitan lahan, air, dan ekologi, semakin besar peluang kita menjaga DAS Bone tetap produktif dan sehat,” harap Erni.

BACA JUGA:  Kompak!!!!! Semua Desa di Ponre Laksanakan Apel Pagi Pasca Hari Raya Idul Fitri, Ini Kata Sekcam 

Antusiasme peserta terlihat sejak awal. Salah seorang petani dari Desa Pusungge, Taufik, mengaku permainan ini membuka cara pandang baru dalam membaca risiko ekologis jangka panjang.

“Permainan ini bikin kita sadar bahwa satu keputusan kecil dalam bertani bisa berdampak besar. Pola tanam, cara mengelola air, sampai bagaimana memperlakukan tanah itu saling berhubungan. Kalau kita salah langkah, bukan cuma petani yang rugi, tapi desa secara keseluruhan,” ujarnya.

Menutup sesi, peserta mengerjakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Harapannya, seluruh pengetahuan dan praktik yang dipelajari dapat menjadi bekal bagi petani dalam mengambil keputusan yang lebih bijak, berkelanjutan, dan selaras dengan upaya menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Bone.

BACA JUGA:  KKN IAIN Posko 2 Raja Seminar Program Kerja

Penulis : Affandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.