Workshop Visi Misi dan Kurikulum MBS FEBI IAIN Bone

oleh -809 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kegiatan workshop visi misi dan Kurikulum Program studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bone yang dihadiri Rektor IAIN Bone, Dekan dan wadek FEBI, Tenaga Pendidik, tenaga Kependidikan, mahasiswa Prodi MBS dan stakeholder.

Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Dr Hj Ida Farida, SE, MM mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk,

1. Memperkuat pemahaman civitas akademika terkait pendirian dan arah pengembangan Prodi Manajemen Bisnis Syariah berdasarkan SK pendirian dan SK akreditasi yang telah diperoleh.

2. Mensosialisasikan visi, misi, dan kurikulum prodi kepada dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan sehingga terdapat keselarasan pemahaman mengenai arah akademik prodi.

3. Membangun komitmen bersama dalam peningkatan mutu agar seluruh dosen berkontribusi aktif dalam implementasi kurikulum berbasis nilai syariah, digitalisasi, dan budaya lokal.

4. Mengidentifikasi peluang kolaborasi dan pengembangan prodi seperti kerja sama dengan UMKM, lembaga keuangan syariah, dan instansi pemerintah daerah.

5. Meneguhkan eksistensi Prodi Manajemen Bisnis Syariah sebagai prodi baru yang siap berkontribusi dalam penguatan ekonomi syariah dan penyediaan SDM kompeten di Kabupaten Bone dan Kawasan Timur Indonesia.

Dengan demikian, workshop menjadi media strategis untuk memastikan bahwa Prodi MBS berjalan secara sistematis, adaptif, dan memiliki arah pengembangan yang jelas.

BACA JUGA:  Prestasi Membanggakan, Karya Tulis SMA Negeri 8 Bone Membuahkan Apresiasi Mendalam

Ida Farida menambahkan, lahirnya Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone didorong oleh kebutuhan strategis untuk menghadirkan pendidikan tinggi di bidang manajemen bisnis syariah yang relevan dengan perkembangan dunia industri, dunia bisnis dan dinamika ekonomi berbasis nilai keislaman. Selain itu, kondisi sosial-ekonomi Kabupaten Bone yang didominasi oleh pelaku UMKM dan aktivitas bisnis berbasis komunitas lokal mendorong hadirnya program studi yang mampu menjembatani nilai budaya lokal dengan prinsip-prinsip syariah.

Pendirian Prodi MBS mengacu pada SK Kementerian Agama RI No. 226 Tahun 2025 yang memberikan legalitas penyelenggaraan Program Sarjana Manajemen Bisnis Syariah. SK ini merupakan bukti bahwa IAIN Bone dianggap layak dan mampu menghadirkan pendidikan berbasis syariah yang berorientasi pada pengembangan manajemen industri dan usaha, budaya lokal, dan karakter humanis. Dengan demikian, prodi ini lahir sebagai wujud kepedulian institusi terhadap kebutuhan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan kompeten di bidang manajemen bisnis syariah.

Menurut Hj Ida Farida, Program Studi MBS memberikan kontribusi strategis terhadap penguatan ekonomi syariah di Kabupaten Bone melalui tiga aspek utama:

1. Penyediaan SDM profesional

Prodi ini menghasilkan lulusan yang kompeten dalam manajemen bisnis berbasis syariah, sehingga mampu mengisi kebutuhan sektor perbankan syariah, lembaga keuangan mikro syariah, industri halal, UMKM, dan sektor jasa lainnya.

BACA JUGA:  Tim PKM UNIM Bone Lolos dengan Inovasi Lilin Aromaterapi Berbahan Dasar Potensi Lokal Limbah Sarang Trigona Kombinasi Curcumin sebagai Alternatif Terapi Relaksasi

2. Integrasi nilai budaya lokal dan syariah

Prodi MBS mengembangkan kurikulum yang menggabungkan manajemen modern dengan kearifan lokal, sehingga melahirkan pelaku bisnis yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga mengedepankan kesejahteraan dan etika (akhlak al-bisyarah).

3. Penguatan ekosistem ekonomi syariah daerah

Melalui riset, pengabdian masyarakat, dan pendampingan UMKM, program studi ini berperan dalam memperkuat literasi keuangan syariah, meningkatkan kualitas manajemen usaha masyarakat, serta mendorong ekspansi ekonomi halal di Bone.

Dengan demikian, kata wanita yang dikenal berjiwa sosial ini, Prodi MBS menjadi akselerator dalam membangun struktur ekonomi local yang inklusif, religius, dan berkelanjutan.

Fokus utama penyusunan visi, misi, dan kurikulum Prodi MBS meliputi:

1. Integrasi nilai syariah, budaya lokal, dan manajemen dunia industri dan usaha.

Kurikulum disusun agar mampu menjawab kebutuhan dunia bisnis kontemporer tanpa meninggalkan nilai syarī‘ah dan karakter budaya masyarakat Bugis.

2. Penguatan kompetensi humanis dan adaptif

Kurikulum tidak hanya menekankan kemampuan manajerial, tetapi juga soft skills seperti kepemimpinan etis, empati, tanggung jawab sosial, dan moderasi beragama.

3. Kesiapan menghadapi era digital

Fokus pada digitalisasi bisnis syariah, manajemen inovasi, teknologi finansial syariah, kewirausahaan digital, serta kompetensi riset.

BACA JUGA:  Tegas!!!! UNIM Bone Tak Halangi Mahasiswa Berorganisasi Ekstra, Ini Penjelasan Warek III

4. Kesesuaian dengan standar akreditasi LAMEMBA

Prodi MBS merancang kurikulum yang memenuhi standar mutu pendidikan tinggi, sebagaimana ditunjukkan dari capaian akreditasi minimum (Baik) melalui SK LAMEMBA No. 179/DE/A.3/OT.1/II/2025.Dengan fokus-fokus tersebut, kurikulum Prodi MBS dirancang untuk menghasilkan lulusan yang cerdas, religius, inovatif, moderat, dan responsif terhadap perubahan zaman.

Ketua Prodi Manajemen Bisnis Syariah ini mengharapkan, keberadaan Prodi MBS ke depan yaitu:

Menjadi pusat unggulan dalam pengembangan manajemen bisnis syariah, Prodi ini diharapkan menjadi rujukan di Kawasan Timur Indonesia dalam pengembangan keilmuan bisnis berbasis syariah dan budaya lokal. Melahirkan generasi yang religius, moderat, dan inovatif. Mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki karakter religius, humanis, dan moderat, sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,Lulusan, penelitian, dan pengabdian dari Prodi MBS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas UMKM, memperkuat literasi ekonomi syariah, dan mengembangkan ekosistem ekonomi halal di Bone. Menciptakan jaringan kolaborasi dengan dunia usaha, Keberadaan prodi ini diharapkan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, lembaga keuangan syariah, dan industri halal.Dengan demikian, Prodi MBS bukan hanya tempat belajar, tetapi instrumen pemberdayaan masyarakat.  (*/Asdar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.