SINJAI, TRIBUNBONEONLINE.COM–Jurusan Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Pelatihan dan Pendampingan yang berfokus pada pengembangan edu-tourism berbasis digital marketing di Desa Binaan Kawasan Hutan Mangrove Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Acara yang diselenggarakan di Gedung PKK Pemerintah Kabupaten Sinjai ini dihadiri oleh pelaku wisata, pengelola BUMDes, dan komunitas lokal yang berperan dalam pengelolaan wisata berbasis alam. Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat atas bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dipimpin oleh Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si., selaku ketua tim pengabdian, bersama dengan Dr. Aris Baharuddin, M.AB., Mas Farhan, S.AB., dan Ahmad Wahidiyat Haedar, M.Pd. yang memberikan materi dan pendampingan langsung kepada peserta.
Dengan tema “Penerapan Digital Marketing dalam Pengembangan Edu-Tourism di Desa Binaan pada Kawasan Hutan Mangrove Tongke-Tongke”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep digital marketing yang dapat diterapkan oleh para pelaku wisata setempat guna meningkatkan daya tarik dan visibilitas destinasi. Selain itu, pelatihan ini memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan konten digital, branding destinasi, serta pengelolaan kanal-kanal digital seperti Instagram dan TikTok. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya storytelling edukatif untuk menarik minat wisatawan serta meningkatkan kesadaran mengenai pelestarian mangrove dan lingkungan.
Selama sesi pelatihan, para peserta mendapatkan pemahaman tentang pengembangan bisnis digital marketing yang berkelanjutan dan efektif. Kegiatan ini juga mengedepankan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, BUMDes, dan pelaku usaha, untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan edu-tourism di kawasan tersebut. Para peserta dilatih untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan engagement dengan wisatawan dan memperkenalkan keunikan alam Mangrove Tongke-Tongke secara lebih luas.
Dampak yang terlihat setelah kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola pemasaran digital dan terbangunnya kolaborasi yang lebih solid antar sektor untuk mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis alam. Sebagai tindak lanjut, program ini akan melaksanakan pendampingan berkala untuk pengembangan konten digital, implementasi SOP pengelolaan wisata, dan penerapan sistem digital yang lebih maju. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi yang terjalin, diharapkan Kawasan Hutan Mangrove Tongke-Tongke akan semakin dikenal sebagai destinasi edu-tourism yang menarik dan berkelanjutan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini merupakan hasil hilirisasi Hibah Penelitian Nasional yang berlangsung sejak tahun 2021 hingga 2024, bertujuan untuk memberikan dampak positif dalam pengembangan potensi lokal melalui penerapan teknologi dan kolaborasi masyarakat. (*)







