WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (FIP UNM) BONE melaksanakan kegiatan Asistensi Mengajar di Sekolah Dasar (AMSD) di UPT SD Inpres 12/79 Biru II, Kecamatan Tanete Riattang.
Kegiatan asistensi ini diikuti oleh 10 mahasiswa semester V PGSD FIP UNM Bone dan berlangsung selama satu bulan, mulai 8 Oktober hingga 7 November 2025. Pada hari ini, Jumat (07/11/25), para mahasiswa resmi ditarik kembali ke kampus setelah menyelesaikan masa tugas asistensi mereka.
Program asistensi mengajar ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa terlibat aktif membantu guru dalam proses belajar mengajar di berbagai kelas. Mereka juga berpartisipasi dalam kegiatan administrasi sekolah, pembinaan karakter murid, serta mendampingi kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dan seni tari daerah pada sore hari. Selain itu, mahasiswa turut mendukung berbagai program pengembangan sekolah yang telah dirancang sebelumnya.
Kepala UPT SD Inpres 12/79 Biru II, Andi Novel Agustiar, S.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa PGSD FIP UNM. Melalui kegiatan asistensi mengajar ini, mereka dapat belajar langsung di lapangan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan praktik pendidikan di sekolah dasar.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) AMSD, Dra. Hj. Rosmala, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan asistensi mengajar menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu pedagogik yang diperoleh di perkuliahan.
“Melalui program ini, mahasiswa dapat mengasah kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian mereka sebagai calon guru. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terjun ke dunia pendidikan yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya program Asistensi Mengajar ini, diharapkan mahasiswa PGSD FIP UNM semakin siap menjadi calon pendidik profesional yang berkompeten, berkarakter, dan berwawasan luas, sekaligus turut berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia.
Penulis: Tamzil







