WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Gazali Bone terus menapaki jalur transformasi menuju kampus unggul dan berdaya saing. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam momentum wisuda sarjana strata satu (S1) Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di Athena Ballroom Hotel Helios, Jalan Langsat, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Kamis (30/10/2025).
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa STAI Al-Gazali Bone dipimpin langsung oleh Ketua Senat, Dr. Muh. Suyuthy R., S.Ag., M.Pd.I, didampingi anggota senat. Dalam laporannya, Suyuthy menyampaikan bahwa pada periode ini kampus meluluskan 182 wisudawan dari empat program studi.
Rinciannya, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 36 orang, Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 116 orang, Prodi Hukum Tata Negara (HTN) 22 orang, dan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 8 orang.
“Lulusan ini merupakan wujud karya utama dan tanggung jawab akademik STAI Al-Gazali Bone. Dengan diwisudanya 182 orang hari ini, total alumni kami telah mencapai 3.112 orang,” ungkap Suyuthy dalam sambutannya.
Lulusan Berkualitas dan Siap Bersaing
Dari jumlah tersebut, sekitar 22 persen atau 28 lulusan telah bekerja di berbagai instansi pemerintahan maupun swasta di wilayah Sulawesi Selatan. Menurut Suyuthy, hal ini menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa STAI Al-Gazali Bone telah siap bersaing di dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan studinya.
“Setiap periode wisuda, kami mencatat antara 10–30 persen mahasiswa sudah bekerja sebelum diwisuda. Ini menandakan kualitas dan daya saing lulusan kami semakin baik,” ujarnya.
Menuju Institut Agama Islam (IAI) Al-Gazali Bone
Dalam upaya mewujudkan visi sebagai kampus unggul dan kompetitif, STAI Al-Gazali Bone telah melaksanakan berbagai langkah strategis, mulai dari akreditasi seluruh program studi, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) dosen.
Suyuthy menegaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan proses perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Al-Gazali Bone.
“Kami tengah mengusulkan pembukaan dua program studi baru, yakni Ekonomi Syariah dan Ahwalul Syahsiyah (Hukum Keluarga Islam). Target kami, izin operasional keluar akhir 2025 dan pada 2027 status kampus resmi beralih menjadi Institut,” terangnya optimistis.
Jalin Kerja Sama Internasional dan Penguatan SDM
STAI Al-Gazali Bone juga aktif menjalin kerja sama internasional dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada April 2025, kampus ini melaksanakan Program Student Exchange dan Academic Collaboration bersama University Teknologi Mara Kedah, Malaysia serta Fatoni University, Thailand.
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan STAI Al-Gazali Bone dalam memperkuat jejaring akademik global dan memperluas wawasan mahasiswa.
Dukungan Yayasan dan Pemerintah Daerah
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Bone, Drs. H. Abd. Rahman Badu, M.A., turut menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung transformasi kampus menuju Institut.
“Kami melakukan pembenahan secara bertahap melalui penguatan SDM dosen, peningkatan akreditasi, serta penataan sarana dan prasarana kampus. Semua diarahkan untuk perubahan status menuju Institut Agama Islam (IAI) Al-Gazali,” jelasnya.
Apresiasi serupa datang dari Wakil Koordinator Kopertis Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua Prof. Dr. KH. Hamzah Harun AR-Rasyid, Lc., M.A. Ia menilai STAI Al-Gazali Bone telah menunjukkan kesiapan baik dari sisi infrastruktur, tenaga dosen, maupun mahasiswa.
“Secara kelembagaan STAI Al-Gazali sudah sangat layak menjadi Institut, hanya tinggal melengkapi beberapa syarat akademik,” ujarnya memberikan dukungan.
Mewakili Bupati Bone, Asisten I Setda Kabupaten Bone, Drs. H. Andi Muhammad Yamin AT, M.Si., menyampaikan pesan kepada seluruh wisudawan agar menjaga nama baik almamater dan mengamalkan ilmu dengan penuh tanggung jawab.
“Jangan berhenti belajar, jangan berhenti berbuat baik, dan teruslah berkontribusi bagi Bone yang kita cintai. Semoga STAI Al-Gazali Bone semakin maju dan terus mencetak generasi Islam yang berakhlak mulia,” harapnya.
Dengan semangat kolaborasi antara civitas akademika, yayasan, dan pemerintah, STAI Al-Gazali Bone kini mantap melangkah menuju status baru sebagai Institut Agama Islam (IAI) Al-Gazali Bone) pada tahun 2027. Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan tonggak sejarah baru dalam upaya memajukan pendidikan Islam di Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan.
Laporan: Sugianto







