BENGO, TRIBUNBONEONLINE.COM– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone. Menghadapi tantangan serius dalam upaya memperkuat organisasi, khususnya terkait kepatuhan anggota dalam membayar iuran.
Wakil Ketua PGRI Cabang Bengo, Andi Harsady, S.Pd, menegaskan, iuran anggota sejatinya merupakan sumber utama dalam menopang kegiatan organisasi. Melalui iuran itulah berbagai program peningkatan kompetensi guru, advokasi, hingga kegiatan sosial dapat terlaksana. Namun, kenyataannya masih banyak anggota yang belum disiplin dalam menunaikan kewajiban tersebut.
“Semangat kebersamaan kita jangan hanya berhenti pada momen peringatan Hari Guru. Wujud loyalitas anggota juga tercermin dari kedisiplinan membayar iuran,” ungkap Andi Harsady saat dikonfirmasi Kamis (11/9/2025).
Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, sebab tanpa dukungan finansial yang memadai, PGRI Cabang Bengo sulit bergerak maksimal. Program pembinaan, pelatihan, hingga pemberdayaan guru di tingkat kecamatan berpotensi terhambat.
Meski demikian, pengurus tidak menutup mata terhadap situasi ekonomi sebagian anggota. Karena itu, mereka mencoba mencari pendekatan persuasif agar pembayaran iuran tidak dipandang sebagai beban, melainkan bentuk kontribusi nyata untuk keberlangsungan organisasi.
PGRI Cabang Bengo juga tengah menjajaki inovasi sistem pembayaran yang lebih fleksibel dan transparan. Dengan begitu, anggota dapat merasa lebih mudah sekaligus yakin bahwa setiap rupiah yang disetor benar-benar kembali dalam bentuk kegiatan bermanfaat.
“Tantangan ini justru menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas. Jika semua anggota berkomitmen, maka PGRI Cabang Bengo akan semakin berdaya dan maju,” tutup Andi Harsady. (Aff)







