BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–novasi kreatif kembali lahir dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone. Melalui program bertajuk “Aku Suka Baca”, sekelompok mahasiswa menghadirkan media permainan ular tangga literasi di Perpustakaan SD Inpres 6/80 Latellang.
Program ini dipimpin oleh Neza Syahrani selaku ketua tim, bersama anggota Fani Wulandari dan Muh. Nur Bintang. Ketiganya berhasil menyulap perpustakaan sekolah menjadi ruang belajar yang lebih hidup, interaktif, sekaligus menyenangkan.
Sebelum program ini hadir, literasi murid di SD Inpres 6/80 Latellang masih tergolong rendah. Minat baca anak-anak pun terbatas, karena kegiatan membaca sering dianggap membosankan dan monoton. Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa UNIM Bone berinisiatif menghadirkan media inovatif agar membaca terasa lebih menarik dan menyenangkan.
Media ular tangga literasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan semangat membaca sekaligus Literasi anak melalui pendekatan permainan edukatif. Anak-anak tidak hanya membaca buku, tetapi juga terlibat aktif dalam aktivitas bermain yang terintegrasi dengan soal-soal dan tantangan literasi.
“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa membaca itu bukan kewajiban, melainkan kesenangan. Melalui permainan ular tangga literasi, mereka bisa belajar, bermain, dan berimajinasi sekaligus,” ungkap Neza Syahrani, ketua tim program.
Kehadiran media ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan para siswa. Kepala sekolah menilai, inovasi mahasiswa UNIM Bone tersebut sejalan dengan upaya sekolah meningkatkan minat baca sejak dini.
“Kami sangat berterima kasih atas inovasi ini. Selama ini minat baca siswa masih rendah, namun melalui ular tangga literasi, kami melihat anak-anak jauh lebih antusias datang ke perpustakaan. Mereka belajar sambil bermain, sehingga suasana membaca jadi menyenangkan,” tutur Kepala Sekolah, Murniati,S.Pd, SD.
Dengan adanya perpustakaan mini yang dilengkapi media inovatif, SD Inpres 6/80 Latellang kini memiliki wajah baru dalam menghidupkan budaya literasi. Program ini terbukti mampu memantik antusiasme siswa yang sebelumnya rendah, menjadi lebih aktif dalam membaca dan mengeksplorasi isi perpustakaan.
Semua keberhasilan ini tidak terlepas dari arahan dosen pendamping serta dukungan penuh dari TIM Epicentrum Universitas Muhammadiyah Bone, yang senantiasa memberikan bimbingan, strategi, dan evaluasi dalam pelaksanaan program. (*)