DLH Berikan Edukasi Pengelolaan Sampah di SMA IT Andalan Bone

oleh -153 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Suasana hijau di Dusun Patironge, Desa Ajangpulu, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, menjadi saksi lahirnya semangat baru di kalangan siswa SMA Islam Terpadu Andalan International Boarding School Bone. Puluhan siswa tampak bersemangat mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah yang dipandu langsung oleh Andi Martono, S.Si, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone Kamis, 28 Agustus 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan biasa. Lebih dari itu, ia menjadi wahana untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan hidup, dimulai dari langkah kecil yang paling sederhana: membuang sampah pada tempatnya.

Dalam materinya, Andi Martono menekankan bahwa sampah adalah persoalan serius yang tak bisa dipandang sebelah mata. Merujuk pada UU No. 8 Tahun 2008, sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan manusia atau proses alam berbentuk padat maupun semi padat, baik yang dapat terurai maupun tidak.

BACA JUGA:  KANTOR PERTANAHAN BONE RAIH PREDIKAT PELAYANAN PUBLIK KUALITAS TERTINGGI DARI OMBUDSMAN RI

Siswa kemudian diajak mengenali tiga jenis sampah utama:

Sampah organik, yang mudah terurai, seperti sisa sayuran, daun kering, atau sekam padi.

Sampah anorganik, yang sulit terurai, seperti plastik, botol, dan kresek.

Sampah B3, yakni limbah berbahaya seperti jarum suntik, baterai, hingga lampu bekas.

“Kalau kita bisa memilah sampah dari rumah atau sekolah, maka separuh masalah lingkungan sebenarnya sudah bisa kita atasi,” tutur Martono penuh semangat.

Tak hanya menerima teori, siswa langsung diajak praktik. Mereka bersama para guru melakukan pembuatan lubang biopori sebagai sarana pengomposan sampah organik, sekaligus menanam pohon di sekitar area sekolah. Sementara itu, untuk sampah anorganik, diperkenalkan konsep bank sampah yang mengusung prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

BACA JUGA:  Kolaborasi RSUD Tenriawaru dan IKABI, Hadirkan Layanan Sunatan Massal yang Menyentuh Hati Masyarakat

“Sampah bukan musuh, tapi sumber daya kalau kita mau mengelolanya,” tambah Martono.

Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi inspirasi. “Ternyata menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal kecil. Saya jadi ingin mengajak teman-teman di asrama untuk memilah sampah sejak sekarang,” ungkap salah satu siswi dengan wajah antusias.

Kegiatan ini terasa semakin relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Berdasarkan data SIPSN 2025, timbulan sampah di Indonesia mencapai 34,21 juta ton per tahun. Namun, masih ada 20,44 juta ton (59,74%) yang tidak terkelola dengan baik. Angka ini menunjukkan betapa mendesaknya upaya pengurangan dan penanganan sampah yang lebih sistematis.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bone Rakor Dengan Kepala Seksi Pendataan Dan Penagihan UPT Bapenda Sulsel

Pengelolaan sampah, menurut Martono, mencakup dua aspek utama: pengurangan (pembatasan, penggunaan kembali, pendauran ulang) dan penanganan (pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir).

Di akhir kegiatan, para siswa serempak menanam pohon di halaman sekolah. Aktivitas sederhana ini dipahami bukan hanya sebagai tugas lingkungan, tetapi juga bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

“Menanam pohon berarti kita sedang menanam harapan untuk bumi, untuk kehidupan kita dan generasi berikutnya,” pesan Martono menutup kegiatan.

Sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan lingkungan tidak cukup hanya di kelas, tetapi harus dipraktikkan. Melalui kegiatan ini, SMA IT Andalan Bone berupaya mencetak generasi muda yang peduli, bertanggung jawab, dan siap menjadi pelopor pelindung bumi di masa depan. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.