Lolos PKM RSH 2025, Tim “Pabbage Wae” UNIM Bone Tawarkan Strategi Resolusi Konflik Air Berbasis Budaya Bugis

oleh -623 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Perjuangan panjang yang dilalui tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Muhammadiyah Bone akhirnya terbayar manis. Salah satu tim dari skema Riset Sosial Humaniora (RSH) yang diketuai oleh Sulistina (Agroteknologi) resmi dinyatakan lolos dalam pendanaan nasional PKM 2025 yang digelar Kemendiksaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi).

Mengusung judul “Pabbage Wae: Integrasi Cultural-Mitigation Berbasis Tellu Pattola dan A’bulo Sibatang sebagai Social Harmony dalam Resolusi Konflik Air Masyarakat,” riset ini menyoroti pentingnya nilai-nilai lokal dalam menyelesaikan konflik sumber daya air. Tim memilih Desa Carima, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone sebagai lokasi riset karena desa ini telah mempraktikkan sistem Pabbage Wae dalam menjaga keharmonisan sosial dalam proses pembagian air tradisional melalui warisan budaya lokal.

BACA JUGA:  SDIT Al Amir Fil Jannah Bajoe Gelar "Field Trip & Outing Class" ke P4S Wanua Lampoko

Melalui observasi langsung yang telah dilakukan diawal penyusunan proposal, tim akan menggali lebih dalam praktik-praktik sosial masyarakat yang menggunakan nilai Tellu Pattola dan A’bulo Sibatang sebagai instrumen mitigasi konflik air, khususnya dalam hal pengelolaan air bersama.

Lolosnya tim “Pabbage Wae” menjadi bagian dari 35 tim PKM Universitas Muhammadiyah Bone yang berhasil menembus pendanaan tahun ini. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa semangat berkarya dari mahasiswa Bone tak hanya hidup di ruang kelas, tetapi juga di tengah-tengah isu nyata masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang lolos PKM, tapi bagaimana kita bisa mengangkat kearifan lokal sebagai jalan damai untuk persoalan hidup bersama,” ujar Sulistina selaku ketua tim, (9/7/2025).

BACA JUGA:  Merancang Kurikulum Visioner, Uniasman Hadirkan Pakar dan Praktisi dalam Workshop Hukum

Tak lupa, tim juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada sosok-sosok luar biasa yang selalu hadir mendampingi proses mereka sejak awal, yakni dosen terbaik Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone), yaitu: Dr. A.M. Iqbal Akbar Asfar, M.T., M.Pd, dan Dr. A.M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd, serta Ibu Andi Nurannisa, S.Pd, serta seluruh tim Epicentrum PKM UNIM Bone.

Prestasi ini pun mendapat sambutan hangat dari civitas akademika UNIM Bone sebagai wujud nyata keberhasilan membina generasi peneliti muda yang peka terhadap budaya, cerdas dalam berkarya, dan siap membawa dampak untuk masyarakat luas. (*)

BACA JUGA:  PMR SMP 1 Kajuara Bone Tampilkan Simulasi PP Kepada Peserta MPLS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.