Penulis, Waode Nur Asyifah, S.I.Kom.
—————————————
Kuantan Singingi, Riau –Olahraga dayung perahu tradisional khas Riau, Pacu Jalur, kini tengah menjadi perbincangan hangat di kancah global setelah berhasil menarik perhatian netizen internasional, terutama melalui video viral seorang anak laki-laki yang menari energik di ujung perahu saat perlombaan. Tarian ekspresif ini, yang merupakan bagian dari elemen penilaian dalam pertandingan,
sukses mencuri perhatian dan membawa Pacu Jalur semakin dikenal luas. Fenomena ini bahkan telah menyentuh figur publik internasional. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turut mengunggah konten Pacu Jalur di akun Instagram pribadinya, Menyoroti bagaimana semangat Pacu Jalur dari Kuantan Singingi dapat merambah jagat digital dunia. Gibran menilai bahwa tarian Pacu Jalur ini telah menginspirasi berbagai tokoh global, termasuk pemain sepak bola kelas dunia dan influencer, menjadikannya potensi kekuatan diplomasi budaya Indonesia di era digital. Ia menambahkan bahwa Pacu Jalur bukan hanya tradisi, melainkan juga warisan, dan identitas Indonesia yang menginspirasi dunia.
Tren viral ini dikenal sebagai “Aura Farming Pacu Jalur,” di mana video lomba Pacu Jalur dipadukan dengan narasi lucu, kutipan motivasi, hingga musik viral. Banyak warganet serentak ini memancarkan “aura kekuatan” yang dapat menular kepada
siapa pun yang menyaksikannya. Tren ini bahkan diikuti oleh selebriti dan pesepak bola internasional, seperti Travis Kelce (kekasih Taylor Swift), rapper KSI, dan pemain bola Neymar Jr., yang aksinya menirukan gerakan penari cilik diunggah di media sosial dan mendapatkan jutaan likes. Klub sepak bola PSG Paris juga turut mengunggah aksi Neymar Jr. di TikTok.
Sejarah Panjang Pacu Jalur
Pacu Jalur berakar pada abad ke-17 di Rantau Kuantan, di mana “jalur” (perahu panjang tradisional) awalnya digunakan sebagai alat transportasi
penting, mampu memuat hingga 60 orang dan dibuat dari satu batang pohon utuh. Seiring waktu, jalur mulai dihias dengan ukiran dan ornamen, menjadi simbol status sosial. Sekitar 100 tahun kemudian, jalur beralih fungsi menjadi ajang perlombaan. Awalnya digelar untuk memperingati hari besar Islam, Pacu Jalur kemudian juga menjadi perayaan kenegaraan pada masa kolonial Belanda, seperti hari lahir Ratu Wilhelmina. Pasca kemerdekaan, tradisi ini menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan rutin digelar setiap Agustus, ditetapkan sebagai agenda tahunan pariwisata nasional. Festival ini kini dikenal sebagai pesta rakyat yang sangat dinanti.
Waktu dan Lokasi Festival
Festival Pacu Jalur biasanya diselenggarakan setiap tanggal 23– 26 Agustus sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lokasi utama festival berada di Kota Taluk Kuantan, tepat di sepanjang aliran Sungai Kuantan. Perlombaan dimulai dengan dentuman meriam. Sorak-sorai penonton, kibaran bendera, serta warna-warni kostum para pendayung menambah kemeriahan suasana festival. Pada Ahad (7/7/2025), perlombaan ini berlangsung di Pauh Angit, Sungai Kuantan, memadukan kekuatan, tradisi, dan kemegahan budaya.