Mahasiswa UNIM Bone Kembangkan Model Etno-STEAM Berbasis Songkok Recca dan Lolos Pendanaan PKM-RSH 2025

oleh -204 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kembali menorehkan kebanggaan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone sukses mencetak prestasi di tingkat nasional melalui program PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora) Tahun 2025. Proposal berjudul “Songkok Recca: Etno-STEAM Berbantuan Live Worksheet Sebagai Media Upgrading Complex Problem Solving pada Anak Usia Konkret” berhasil memperoleh pendanaan dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek Republik Indonesia.

Model ini menggabungkan pendekatan Etno-STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) dengan kearifan lokal berbasis Songkok Recca yang merupakan salah satu warisan budaya Bugis yang penuh nilai simbolik. Dirancang oleh tim mahasiswa dengan dosen pendamping Dr. A.M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., model ini dikembangkan untuk mengasah keterampilan pemecahan masalah tingkat lanjut (complex problem solving) pada peserta didik yang berada dalam fase perkembangan kognitif operasional konkret.

BACA JUGA:  UPT SD Negeri 43 Pallette Gelar Tadarus Al-Qur'an Bersama Ketua Komite dalam Rangkaian Amaliah Ramadan

Program ini tidak sekadar menyajikan model pembelajaran melainkan menawarkan kerangka edukatif baru yang menyelaraskan unsur budaya dan integrasi teknologi melalui Live Worksheet interaktif. Songkok Recca dipilih sebagai ikon utama karena mengandung makna filosofi kedisiplinan, struktur dan konsistensi yang dinilai selaras dengan semangat berpikir sistematis dalam pendidikan STEAM.

Ketua tim menyampaikan bahwa model ini akan diuji coba secara terstruktur melalui metode penelitian pengembangan (Research and Development). Proses dimulai dari eksplorasi makna ragam hias Songkok Recca, transformasi pola ke dalam struktur geometris hingga perancangan latihan digital yang disesuaikan dengan kemampuan nalar matematis peserta didik. Model ini juga dirancang agar bisa diadaptasi oleh guru di sekolah dengan mudah dan berkelanjutan.”Melalui Songkok Recca, kami ingin membangun keterhubungan antara nilai budaya dan pembelajaran sains modern. Anak-anak tidak hanya berpikir logis, tetapi juga belajar menghargai identitas mereka sebagai bagian dari masyarakat Bugis,” ungkap Ketua Tim, Andi Rosdliani, Selasa (8/7/2025).

BACA JUGA:  Penguatan Literasi & Numerasi Kombel  UPT SD Inpres 4/82 Bajoe

Kegiatan ini juga menggandeng sekolah sebagai lokasi uji validasi dan implementasi model. Evaluasi dilakukan melalui uji ahli materi dan praktisi pendidikan. Tujuannya adalah memastikan bahwa model ini efektif meningkatkan daya pikir kritis, sistematis dan adaptif dalam menyelesaikan masalah sehari-hari.

Pihak kampus memberikan dukungan penuh atas prestasi ini. Rektor Universitas Muhammadiyah Bone, Dr. H. Muhammad Jafar menyatakan bahwa capaian ini menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat diolah menjadi fondasi pengembangan pendidikan yang kontekstual dan unggul. “Kami akan terus mendorong mahasiswa kami untuk tidak hanya meneliti, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif berbasis identitas lokal,” ujar beliau.

BACA JUGA:  Dosen FKIP UNIM Bone Juara 1 Pada Milad Aisyiyah 

Tim pengusul juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Epicentrum Universitas Muhammadiyah Bone sebagai wadah pembinaan riset mahasiswa yang konsisten mendampingi proses penyusunan proposal hingga tahap evaluasi nasional. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada dosen pendampinng, pihak sekolah dan seluruh civitas akademika yang ikut berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.