100 Hari Menabur Harapan, Pemerintah Bone Mulai Ubah Wajah Layanan dan Pertanian

oleh -334 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Desa Pattiro, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, menjadi saksi nyata bagaimana harapan para petani mulai tumbuh bersama deru mesin pertanian. Pada Minggu, 25 Mei 2025, program “100 Hari Kerja BerAmal” akronim dari Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakilnya Andi Akmal Pasluddin mulai menampakkan hasilnya.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM turun langsung menyerahkan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada petani. Bantuan tersebut terdiri dari 202 unit hand traktor, 429 unit pompa air, dan 29 unit combine harvester, yang diperuntukkan bagi kelompok tani dari berbagai pelosok Bone.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, dan menjadi momentum penting dalam penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mempertegas dukungan lintas sektor terhadap program ini.

Tampak hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Bone, antara lain Dandim 1407/Bone Letkol Inf La Ode Muhammad Idrus, Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi, SIK., M.Tr.Opsla, Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinoning, SH, serta unsur lainnya seperti Ketua KTNA Provinsi Sulsel, Pj. Sekda Bone H. A. Saharuddin, S.STP., M.Si, dan Plt. Kadis TPHP Ir. Muh. Risal, M.Si. Hadir juga sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Plt. Kadis Ketenaga Kerjaan Mukhlis, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Muh. Angkasa, M.Si, Plt. Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, Direktur Perumda Wae Manurung Muh. Bachtiar Sairing, S.Sos, Camat Dua Boccoe H. Amirat, S.Sos, Sekretaris Dinas Pertanian Nurdin, SP., M.Si dan Kabid Prasana dan Prasana Dinas TPHP Bone Farhan, S.P., M.Si, Para Kepala Desa dan Kelompok Tani Penerima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian.

BACA JUGA:  Reuni Akbar Meriahkan Kesyukuran Ke- 50 Tahun Pondok Pesantren Darul Huffadh

Selain sebagai pemenuhan janji kampanye, distribusi Alsintan ini menjadi simbol awal perubahan sistemik di sektor pertanian Bone.

Camat Dua Boccoe, H. Amirat, S.Sos, yang mengapresiasi program BerAmal karena langsung menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.

Sorotan tak kalah penting datang dari para kelompok tani yang menerima bantuan. Senyum dan ucapan syukur mewarnai setiap penyerahan simbolis alat pertanian. Bagi mereka, Alsintan bukan sekadar mesin, tapi harapan untuk masa depan pertanian yang lebih mandiri dan produktif.

Program 100 Hari Kerja BerAmal telah membuktikan bahwa keberpihakan pada petani bukan sekadar janji politik, melainkan langkah nyata menuju kedaulatan pangan lokal.

“Alhamdulillah, akhir bulan ini kita sudah genap 100 hari kerja. Banyak yang sudah kita mulai. Bukan sekadar seremoni, tapi program nyata menyentuh masyarakat,” ujar Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM saat menyerahkan bantuan Alsintan kepada kelompok tani.

BACA JUGA:  Mahasiswa Universitas Islam Ahmad Dahlan Kuliah Umum di BPS Sinjai

Bupati Asman menyebutkan, sejak awal menjabat, pemerintahannya berkomitmen membangun pemerataan pelayanan publik. Salah satunya, melalui Launching Layanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Lapri pada Jumat, 23 Mei 2025. Program ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan perekaman dan pencetakan KTP-El maupun akta kelahiran langsung di kecamatan tanpa harus jauh-jauh ke kota.

“Untuk awal, kita pusatkan di lima titik. Tujuannya jelas, mendekatkan layanan kepada rakyat,” katanya.

Tak hanya itu, BerAmal juga menunjukkan komitmennya pada sektor pendidikan. Pemerintah Kabupaten Bone secara resmi meluncurkan program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP, sebagai bentuk kepedulian dalam meringankan beban orang tua serta mencegah potensi anak-anak putus sekolah.

“Pendidikan adalah fondasi, dan kita ingin memastikan semua anak Bone bisa belajar tanpa beban biaya yang memberatkan orang tua,” tambah Bupati.

Satu hari setelahnya, Sabtu, 24 Mei 2025, giliran sektor pertanian yang mendapat perhatian besar melalui Launching Program Mandiri Benih Padi Gratis. Bertempat di lokasi penangkar benih Kelompok Tani Waetuo, Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, pemerintah mulai mendorong kemandirian benih lokal agar para petani tidak lagi tergantung pada pasokan luar daerah.

BACA JUGA:  Mahasiswa PPL BPI UINAM Bersama KUA Paleteang Adakan Penyuluhan Di Ponpes IUJ Lerang Lerang Pinrang

Dan puncaknya, hari ini, sebanyak 202 kelompok tani dari berbagai wilayah Kabupaten Bone menerima bantuan alat dan mesin pertanian seperti hand traktor, pompa air, dan combine harvester. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati, disaksikan Forkopimda, Forkopimcam Dua Boccoe, serta perwakilan Dinas TPHP dan kelompok tani penerima.

“Bantuan ini harus digunakan secara kelompok, jangan diperjualbelikan. Ini bukan hadiah, tapi bentuk tanggung jawab kita bersama untuk memajukan pertanian Bone,” tegas Andi Asman.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa ia ingin menjadikan Bone sebagai contoh nasional dalam mewujudkan swasembada pangan, sebagaimana yang menjadi visi besar Presiden Republik Indonesia. Pemerintah pusat pun, kata dia, telah memberi dukungan luar biasa, mulai dari subsidi alat hingga stabilisasi harga produksi.

“Harga gabah sekarang sudah Rp6.500 per kg, dan jagung Rp5.500 per kg. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kualitas produksi, agar petani kita bisa kaya dan sukses. Saya ingin tanamkan satu hal bertani itu pekerjaan mulia dan menjanjikan,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam 100 hari, BerAmal telah menanam benih perubahan. Dan jika benih itu tumbuh dengan baik, Bone tak hanya akan dikenal sebagai lumbung pangan, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil mengubah wajah pelayanan publik dan kesejahteraan warganya, dimulai dari desa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.