Peduli Pendidikan, UPT SMKN 5 Bone Terapkan Program Berantas ATS

oleh -5,525 x dibaca

MARE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Wujud peduli akan pendidikan terhadap generasi penerus bangsa, Unit Pelaksana Teknis Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (UPT SMKN 5 Bone) tengah menggalakkan program Kemendikbud atau Disdikbud Sulsel dalam hal mengatasi Anak Tidak Sekolah (ATS).

Sebagaimana yang disampaikan Kepala UPT SMKN 5 Bone, Andi Budiharsono, S.Pd, M.Pd pada pertemuan antara pihak sekolah dengan orangtua siswa yang diselenggarakan pada Rabu 17 Juli 2024.

“Guna mensukseskan program pemberantasan ATS ini, sebagaimana arahan Disdik Sulsel menugaskan satu guru menangani dua ATS usia 14 hingga 21 tahun untuk difasilitasi agar kembali bersekolah dengan dua alternatif, bisa menempuh pendidikan disekolah atau bisa juga melalui PKBM ataupun Paket C,” jelasnya.

BACA JUGA:  Siswa SMA Negeri 8 Bone Kembali Ukir Prestasi Nasional

Searah dengan program tersebut, dirinya menegaskan jika para siswa kesemuanya dinyatakan naik kelas setelah pihak orangtua/wali siswa membuat pernyataan sikap secara tertulis yang telah disepakati bersama antara pihak orangtua siswa dan pihak sekolah.

“Pasca adanya video yang beredar yang memperlihatkan orangtua siswa berkunjung kesekolah, kami tegaskan bahwa, kami disini segenap warga SMKN 5 Bone dalam keadaan baik-baik saja sebagaimana yang terlihat pada saat ini. Dan yang terjadi kemarin itu semua hanya karena mis komunikasi semata atau kesalah pahaman antara kami dan orangtua siswa,” urainya.

BACA JUGA:  UPT SDIT Amir Fil Jannah Bajoe Gelar Festival Ramadan 1446 H

Lanjut dikatakan, kesalah pahaman itu terjadi ketika kami berupaya menemui masing-masing orangtua siswa yang sebelumnya dikabarkan tidak naik kelas untuk bisa melakukan pendampingan terhadap siswa yang dimaksud. Hanya saja sebelum itu rampung dilakukan, salah seorang tua datang kesekolah dan mempertanyakan status ketidaknaikan kelasnya anaknya sambil marah-marah.

“Ada informasi keliru yang sampai di orangtua siswa bahwa anaknya tidak naik kelas. Namun setelah kami jelaskan bahwa, tidak ada siswa yang tinggal kelas dan semuanya naik kelas. Tetapi kami mengimbau untuk membantu melakukan pembinaan lebih intens terhadap siswa yang dimaksud. Setelah diberi pemahaman lebih jauh, orangtua tersebut akhirnya pun bisa memahami yang sebenarnya,” terang Andi Budi.

BACA JUGA:  Guru SD Inpres 6/75 Corawali Jadi Petugas Upacara dalam Peringatan Hari Guru

Saat dikonfirmasi, orangtua siswa yang dimaksud mengatakan kalau kedatangannya kemarin hanya ingin mempertanyakan lebih jelas kepada pihak guru terkait informasi yang didapatkan dan sama sekali tidak bermaksud ingin seperti apa yang terlihat dalam video.

“Kita datang dengan baik-baik meminta penjelasan kepada pihak sekolah dan akhirnya semua sudah dijelaskan serta kita pahami, dan kita anggap semuanya sudah selesai. Namun yang membuat kami merasa jengkel ketika ada yang melakukan perekaman video bahkan sampai menyebarkannya,” ungkapnya.(aco)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.