TANETE RIATTANG TIMUR, TRIBUNBONEONLINE.COM–Dalam bulan Ramadan, hampir setiap sekolah atau madrasah menyelenggarakan pesantren ramadan (pesantren yang dilaksanakan dalam waktu singkat) pada semua jenjang.
Hari ini merupakan hari keempat pelaksanaan pesantren ramadan di SDI 4/82 Bajoe dengan materi Penguatan Pendidikan Berkarakter, Kamis (21/03/24).
Menurut Andi Kasmawati, S. Pd , selaku Kepala SDI 4/82 Bajoe, bahwa pemateri dalam pesantren Ramadhan ini adalah guru-guru yang ada di SDI 4/82 Bajoe Kecamatan Tenete Riattang Timur Kabupaten Bone.
Andi Kasmawati, S. Pd menyampaikan motivasi kepada murid terkait dengan semangat mengikuti kegiatan yang dilaksanakan dan semangat dalam belajar agar menjadi anak yang bermanfaat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan pendidikan karakter yang terwujud dalam pendalaman ilmu agama Islam sekaligus mempraktikkannya.
Adapun nilai-nilai pendidikan karakter dalam kegiatan pesantren kilat Ramadan sebagai berikut,
1. Nilai Karakter Religius
Murid dilatih melaksanakan ajaran agama Islam dengan baik seperti, shalat dhuha membaca Al-Quran (tadarus), melaksanakan shalat Dhuha dan shalat zhuhur berjamaah.
2. Nilai Karakter Jujur
Puasa merupakan wujud karakter jujur karena ada guru atau orang lain yang mengawasi maupun tidak, setiap murid harus berpuasa, dengan kata lain yang mengetahui murid berpuasa atau tidak adalah diri murid sendiri dan Allah SWT. Harapannya sikap jujur tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Nilai Karakter Kerja Keras
Kegiatan pesantren Ramadan di sekolah meliputi tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, kajian islam, gebyar amal, game dan lainnya yang secara tidak langsung menanamkan kerja keras dalam kehidupan sehari-han, karena beberapa kegiatan tersebut dikerjakan selama pesantren Ramadan.
4. Nilai Karakter Toleransi
Dalam pesantren kilat menanamkan sikap toleransi murid dengan orang yang berbeda pendapat. Perbedaan pendapat dalam kajian Islam di kelas harus dihormati yang kemudian dicari solusinya.
5. Nilai Karakter Disiplin
Pesantren Ramadan menanamkan kepada murid agar terbiasa disiplin dalam aktivitas sehari-hari, seperti berpuasa tidak dijadikan sebagai alasan untuk datang terlambat ke sekolah.
Penanaman karakter murid perlu terus diupayakan dengan berbagai strategi dan pemanfaatan momentum agar akhlak perilaku murid secara terus menerus dan berkesinambungan dapat terwujud secara bertahap dalam kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Ada makna yang patut diserap dalam pesantren Ramadan, yaitu harapan ada perubahan perilaku murid menuju perubahan ke arah yang lebih baik, meskipun pelaksanaannya hanya dalam waktu relatif singkat. (Tamzil)









