Budidayakan Rumput Laut Ulva sp., Dosen UNIM Bone Mendapat Pendanaan Kosabangsa

oleh -625 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Dosen Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone berhasil meloloskan proposal Program Kosabangsa Tahun 2023 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program Kosabangsa bertujuan menjembatani kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan IPTEKS yang dihasilkan oleh perguruan tinggi untuk dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat. Tim program kosabangsa terdiri Tim Pelaksana Universitas Muhammadiyah Bone berkolaborasi dengan Tim pendamping Universitas Hasanuddin. Program Kosabangsa didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Tim ini diketuai oleh Dr. Romi Adiansyah, S.Pd., M.Pd dengan latar studi Pendidikan Biologi, bekerja sama dengan Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd dan Marlia Rianti, S.Pd., M.Pd. Melalui Program Kosabangsa berhasil mengusung kegiatan pengabdian dengan judul “Pemberdayaan Kelompok Petani Rumput Laut Melalui Teknologi Budidaya Ulva sp. dalam Menunjang Ketahanan Pangan Berbasis Olahan Rumput Laut di Kelurahan Toro Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan”.

BACA JUGA:  HMPS Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS-H UNM Gelar Bakti Sosial 

Menurut salah satu anggota mitra Kelompok Usaha Mawar Melati, produksi rumput laut selama ini sangat terbatas di Kelurahan Toro, dikarenakan faktor cuaca dan musim, serta kurangnya pengolahan produksi rumput laut mengakibatkan proses penjualan ikut terbatas. “Biasanya rumput laut kami simpan digudang Ketika sudah kering dan menunggu konsumen yang akan membeli,”tutur Herman.

“Melihat permasalahan mitra, kami disini hadir untuk memberikan pelatihan dalam budidaya rumput laut serta pengolahannya menjadi produk yang lebih komersial,” tutur Romi selaku ketua tim, Kamis (23/11/2023).

“Salah satu jenis rumput laut yang dapat dibudidayakan di sekitar rumah dan tidak bergantung musim serta waktu panen yang relatif singkat adalah Ulva sp. Hal ini sangat berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki peluang besar untuk diproduksi menjadi produk berupa tepung, keripik, dan nugget rumput laut,” lanjutAndi Irfan.

BACA JUGA:  Tujuh Guru MTsN 3 Bone Diganjar Piagam Penghargaan, Inilah ke Tujuh itu

Pelaksanaan Program Kosabangsa ini telah berjalan dengan adanya sosialisasi dan observasi awal yang tim lakukan di lokasi mitra. Pelaksanaan penyuluhan sangat menarik dan menyita banyak perhatian masyarakat, dimana mitra sangat antusias mengikuti setiap tahapan yang akan dilakukan.

Antusiasme ini terlihat Ketika sesi diskusi, dimana masyarakat termasuk mitra penasaran akan produk yang dapat dihasilkan dari olahan rumput laut Ulva sp. Selain itu, pengetahuan masyarakat mengenai jenis rumput laut ini sangat minim, sehingga Ketika diberikan materi terkait manfaat dan kandungannya, mitra sangat tertarik, terutama produk yang dihasilkan dapat menjadi salah satu asupan makanan pendamping balita dalam mengatasi stunting.

BACA JUGA:  Ditutup P5 SMPN 4 Sibulue 

Keberhasilan program ini tentunya tidak lepas dari dukungan beberapa pihak, termasuk Tim Pendamping yang juga ikut andil selama pelaksanaan program. Tim Pendamping Program Kosabangsa ini berasal dari 3 dosen Universitas Hasanuddin, yaitu Ibu Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., Ibu Dr. Irma Andriani, S.Pi., M.Si., dan Ibu Dr. Kasmiati.

Melalui Kerjasama yang terjalin antara Universitas Muhammadiyah Bone dan Universitas Hasanuddin, dapat memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan Program Kosabangsa, terutama dalam meningkatkan pemberdayaan Kelompok Petani Rumput Laut melalui teknologi budidaya Ulva sp. dalam menunjang ketahanan pangan berbasis olahan rumput laut di Kelurahan Toro Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.