Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone Ciptakan Inovasi Plastik Biodegradable dari Limbah Tongkol Jagung

oleh -907 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone telah berhasil menciptakan inovasi yang menarik dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian kepada Masyarakat, tim mahasiswa yang dipimpin oleh Sunarti sebagai Ketua Tim, serta anggota tim Dewi Nurul Rukmi dan Riska, bersama dengan Dosen Pendamping Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., telah mengembangkan plastik biodegradable yang ramah lingkungan dari limbah tongkol jagung.

Dukungan dana yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristekdikti) serta kolaborasi dengan warga Desa Patimpeng, telah memungkinkan tim mahasiswa ini untuk mengatasi masalah lingkungan yang dihadapi oleh desa tersebut.

BACA JUGA:  KKG Gugus I Tanete Riattang Timur Gelar Kegiatan Strategis Bahas Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal SAS Semester Genap 2024/2025

Desa Patimpeng, dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Kecamatan Patimpeng, selama ini telah menghadapi tantangan serius terkait limbah tongkol jagung.

Dalam kerja sama yang erat antara UNIM Bone dan masyarakat desa, mahasiswa telah mengeksplorasi potensi limbah tersebut.

Tongkol jagung, yang mengandung senyawa selulosa dalam jumlah signifikan, menjadi bahan baku utama dalam pembuatan plastik biodegradable ini. Senyawa selulosa yang mencapai 42-65% dalam limbah tongkol jagung dapat terurai oleh mikroorganisme dalam tanah, menjadikannya pilihan yang ideal dalam upaya mengurangi dampak negatif plastik konvensional terhadap lingkungan.

“Plastik konvensional telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem kita. Dengan menghasilkan plastik biodegradable dari limbah tongkol jagung, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi dampak negatif ini,” ungkap Sunarti, Jumat (11/8/2023).

BACA JUGA:  Tegas!!!! UNIM Bone Tak Halangi Mahasiswa Berorganisasi Ekstra, Ini Penjelasan Warek III

Keberhasilan program ini tidak hanya berkat kerja keras tim PKM dan dosen pendamping, namun juga berkat bantuan serta arahan dari berbagai pihak.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bone beserta Wakil Rektor, Pengelola Epicentrum PKM UNIM Bone, dan khususnya Bapak Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., dan Bapak Dr. A. M. Iqbal Akbar Asfar, M.T., M.Pd., telah memberikan kontribusi berharga dalam menjalankan program ini.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Desa Patimpeng, A. Samsu Alam Bahar, S.Pd. Ia menyatakan, kami sangat mendukung inisiatif ini dan berharap Desa Patimpeng dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah pertanian secara bijaksana dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Melewati Batas Tradisi: Etnopedagogik Mappadekko Gunakan Teknologi Virtual Reality untuk Mengajar Matematika dengan Sentuhan Kearifan Lokal

Selain memberikan solusi terhadap masalah lingkungan, inovasi plastik biodegradable ini juga memberikan potensi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi produk bernilai ekonomis, diharapkan para petani dan warga desa dapat meraih peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, mahasiswa UNIM Bone dan warga Desa Patimpeng dapat menghasilkan dampak besar. Inovasi plastik biodegradable ini menjadi langkah maju dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih dan lestari bagi masyarakat dan lingkungan. (Ril/Irfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.