Oknum Kades di Bone Diduga Aniaya 2 Remaja, Begini Kronologinya

oleh -706 x dibaca
Ilustrasi

BAREBBBO, TRIBUNBONEONLINE.COM–Seorang kepala Desa di Bone dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan dua orang remaja yang merupakan warga nya sendiri.

Kedua remaja yang diduga dianiaya diketahui berinisial MS (16) dan FB (19) sementara Kepala Desa tersebut diketahui bernama Arsad Kepala Desa Barebbo Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone.

Salah satu orang tua korban bernama Hj. Cahaya mengungkapkan bahwa anaknya bersama rekan-rekannya sedang berjoget di kantor desa pada Sabtu malam (5/8/2023) lalu.

“Ada yang video anak saya joget di kantor desa, kemudian viral di Sosmed, terus anak-anak ini dipanggil ke kantor desa menghadap,”kata Hj. Cahaya, Jumat 11/8/2023.

BACA JUGA:  Polres Sinjai Kembali Amankan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Saat para remaja itu dipanggil ke Kantor Desa, mereka didampingi oleh orang tua masing masing, Kemudian kepala Desa menganiaya remaja tersebut didepan orang tuanya.

“Anak saya dipegang leher bajunya kemudian dibenturkan ke tembok lalu ditendang di bagian paha dan kakinya. Lalu sepupunya ditempeleng dan ditendang,” sebut Hj Cahaya.

Merasa keberatan dengan hal tersebut orang tua korban pun melaporkannya ke Kantor Polisi.

Terpisah, Kepala Desa Barebbo Arsad yang dikonfirmasi saat dikonfirmasi membantah kalau dirinya menganiaya remaja tersebut.

Arsad pun kemudian menceritakan kronologis kejadiannya dimana awalnya para remaja ini sedang pesta Minuman Keras (Miras) di halaman kantor Desa, kemudian mereka masuk ke Kantor desa sambil joget-joget.

BACA JUGA:  PPK-PPS di Sinjai akan Gelar Kemah Pemilu

“Saya tidak menganiaya mereka, kejadiannya malam minggu, mereka minum-minum di depan kantor desa lalu masuk ke dalam joget-joget sambil putar musik,” kata Arsad.

Pada hari Senin, semua remaja itu yang berjumlah 7 orang dipanggil ke kantor Desa untuk diberi pembinaan saat itu juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

“Saya akui tampar itu anak dekat telinganya, tapi tidak keras, anak itu juga tidak merasa kesakitan. saya juga tendang cuma 1 kali, itu semua sebagai bentuk teguran orang tua, saya mau bina anak ini,” terang Arsad.

BACA JUGA:  Sikap Humanis Satlantas Polres Bone saat Uji Pemohon SIM

Setelah kejadian tersebut, Arsad dihubungi oleh salah seorang keluarga korban, dia pun langsung mendatangi rumahnya sambil meminta maaf.

“Saya sama sekali tidak ada niat untuk melukai mereka, saya sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri, ini hanya sebagai bentuk teguran, selain itu saya juga sudah minta maaf kepada kedua orang tuanya, kemudian setelah itu saya buatkan pernyataan kepada anak-anak ini untuk tidak mengulangi perbuatannya,”tutup Arsad. (Choys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.