WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–10 Tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Hapsah ramai-ramai mengajukan surat pengunduran diri, lantaran diduga upah mereka tak terbayarkan oleh pihak manajemen rumah sakit, Kamis, 3 Agustus 2023.
Salah seorang tenaga kesehatan Rumah Sakit Hapsah yang mengajukan pengunduran diri bernama Didit mengatakan bahwa dia bersama rekan-rekannya sudah hampir setahun mereka tak digaji.
“Kami serentak mengajukan pengunduran diri karena sudah tak mampu bertahan, gaji kami sudah menunggak selama satu tahun,” kata Didit
Lebih jauh Didit menjelaskan bahwa alasan pihak manajemen tidak membayarkan gaji mereka lantaran terkendala masalah keuangan rumah sakit.
“Kami sudah mencoba mengerti dari awal sampai sekarang namun kami sudah tidak sanggup lagi, mana lagi kami punya keluarga yang harus kami hidupi,”tambahnya.
Selain mengajukan surat Resign, Para Nakes tersebut juga menuntut agar sisa gaji mereka yang belum terbayarkan agar bisa diselesaikan, informasi yang dihimpun gaji mereka yang keluar ini bervariasi yang belum terbayarkan mulai dari Rp.10 Juta hingga ada yang Rp.30 Juta jika di total.
Direktur Rumah Sakit Hapsah dr. Rizalul Umar yang ditemui wartawan enggan memberikan komentar banyak terkait hal itu, dia meminta untuk konfirmasi langsung ke humas.
“Silahkan komunikasi dengan humas langsung,” singkat dr. Umar
Sementara Konsultan Hukum Rumah Sakit Hapsah Ilham Hasanuddin yang ditemui mengatakan bahwa dia tidak membantah hal tersebut cuma dia ingin meluruskan bahwa apa yang disampaikan pihak nakes yang keluar ini tidak semuanya benar.
“Saya bukannya membantah yah hanya meluruskan statemen para nakes yang keluar ini yang mengatakan kalau tidak pernah terbayarkan gaji mereka beberapa bulan ini, tiap bulan pihak manajemen rumah sakit itu selalu membayarkan gaji mereka tapi memang tidak secara full, karena kondisi RS saat ini memang ada kendala perekonomian,” ungkap Ilham.
Lebih jauh Ilham menjelaskan bahwa tidak dibayarkannya gaji para karyawan secara full itu memang juga sudah ada kesepakatan sebelumnya antara pihak perusahaan dengan para karyawan, dan pada saat itu karyawan juga sepakat.
“Di Awal kami memang sudah komitmen dengan karyawan untuk penggajian, karena ada kondisi teknis dari internal perusahaan sehingga pihak rumah sakit tidak bisa membayar secara full karyawan,” kata Ilham.
Pihak rumah sakit memang juga sudah berkomitmen dengan karyawan untuk menyelesaikan tunggakan yang belum terbayarkan, paling lambat sampai 3 bulan kedepan itu semuanya sudah dibayarkan,” tutupnya. (Choys)