KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM–Upaya SMP Negeri 1 Kahu dalam memperkuat diri sebagai sekolah Adiwiyata terus mendapat dukungan melalui kolaborasi bersama Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) maupun dari Universitas Muhammadiyah Bone. Setelah sebelumnya melaksanakan sosialisasi pemanfaatan sisa makanan MBG menjadi Eco Lindi serta pelatihan pembuatan Eco-Reaktor dari galon bekas, rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kini dilanjutkan dengan Pelatihan Pembuatan Biopori sebagai strategi tambahan dalam memaksimalkan pengolahan limbah organik di lingkungan sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diketuai oleh Dr. Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T bersama Dr M Yasser, S.Si., M.Si., Dr Muallim Syharir, M.T., dan Dr Setyo Erna Widiyanti, M.Eng beserta Dr Andi Muh Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd dan didanai oleh BLU-PNUP Kemdiktisaintek. Program ini dirancang untuk memperkuat praktik pengelolaan lingkungan sekolah secara berkelanjutan, khususnya dalam mengolah sisa-sisa makanan, dedaunan dan bahan organik lainnya agar tidak menjadi sampah melainkan berubah menjadi sumber nutrisi bagi tanah dan tanaman. Biopori merupakan teknologi sederhana berupa lubang resapan vertikal yang dibuat di dalam tanah. Lubang ini berfungsi meningkatkan daya serap air, mengurangi genangan, memperbaiki sirkulasi udara tanah, serta menjadi ruang dekomposisi alami bagi sampah organik. Melalui biopori, sisa makanan, daun kering dan bahan organik lain dapat terurai dengan bantuan mikroorganisme tanah, cacing dan aktivitas biologi alami sehingga menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Biopori dinilai sangat relevan karena sekolah ini sedang mengembangkan berbagai program lingkungan, termasuk penghijauan sekolah, penanaman sayur-mayur, pengelolaan sisa makanan MBG, serta pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang lebih bernilai. Kehadiran biopori menjadi pelengkap dari Eco-Reaktor dan Eco Lindi yang telah diperkenalkan sebelumnya. Andi Iqbal menjelaskan bahwa biopori bukan sekadar lubang resapan, tetapi juga sarana pendidikan lingkungan yang mudah dipahami dan dipraktikkan oleh siswa. “Biopori adalah teknologi sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Melalui lubang resapan ini, siswa dapat belajar bahwa

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.