Jeritan Ibu Rumah Tangga di Bone: Elpiji 3 Kg Langka, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu per Tabung

oleh -173 x dibaca

BENGO, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kelangkaan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bone. Kondisi ini memicu keresahan, terutama di kalangan ibu rumah tangga yang setiap hari bergantung pada gas melon untuk memenuhi kebutuhan memasak.

Berdasarkan pantauan tribunboneonline.com, Kamis (30/7/2026), di sejumlah kios di wilayah Kecamatan Bengo, tabung gas elpiji 3 kilogram yang biasanya terpajang kini nyaris tidak terlihat. Kalaupun ada, sebagian besar tabung dalam kondisi kosong sehingga tidak dapat dijual kepada masyarakat.

Kelangkaan tersebut juga berdampak pada harga jual di tingkat pengecer. Jika tersedia, harga elpiji 3 kilogram dilaporkan mengalami kenaikan hingga mencapai Rp30.000 per tabung, lebih tinggi dibanding harga yang biasa dibayar masyarakat.

BACA JUGA:  Tuukeatery Surga Dimsum dan Mie Kekinian di Jantung Watampone

Salah seorang pemilik kios di Kecamatan Bengo, Icha, mengungkapkan bahwa kelangkaan mulai dirasakan sejak akhir Juli 2026. Menurutnya, pasokan dari distributor sudah beberapa waktu terakhir tidak lagi datang seperti biasanya.

“Sudah beberapa hari ini tidak ada lagi dropping tabung gas elpiji 3 kilogram. Kami sebagai penjual juga kesulitan karena stok benar-benar habis,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap hari banyak ibu rumah tangga datang maupun menghubungi kiosnya untuk menanyakan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram. Namun, mereka terpaksa pulang dengan kecewa karena stok tidak tersedia.

BACA JUGA:  KPRI Lestasi Menyebar ke Berbagai Kecamatan

“Ibu-ibu rumah tangga hampir setiap hari datang dan menelepon menanyakan gas. Tapi kami hanya bisa menjawab kalau stok sudah kosong sejak beberapa hari lalu,” tambahnya.

Salah seorang pembeli bernama Evi, sebagai masyarakat atau sebagai ibu rumah tangga berharap pemerintah bersama pihak terkait, termasuk Pertamina dan agen penyalur, segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi elpiji bersubsidi. “Pasalnya, kelangkaan yang berkepanjangan dikhawatirkan semakin membebani ekonomi masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran utama subsidi elpiji 3 kilogram,” pintanya.

Penulis : Amry Amas

BACA JUGA:  APKLI Perjuangan Sulsel Sampaikan Terima Kasih dan Rasa Bangganya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.