BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Hitung mundur pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII resmi dimulai. Setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan koordinasi, pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan ini dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 dengan dua daerah sebagai tuan rumah, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo.
Bagi Kabupaten Bone, menjadi tuan rumah bukan sekadar menyelenggarakan pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menyambut ribuan atlet, ofisial, wasit, hingga tamu dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan guna memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, pembagian cabang olahraga antara dua daerah tuan rumah telah ditetapkan secara seimbang. Kabupaten Bone akan menjadi lokasi pertandingan untuk 21 cabang olahraga, sementara Kabupaten Wajo juga akan menggelar 21 cabang olahraga.
“Pembukaan Porprov akan dilaksanakan di Kabupaten Bone, sedangkan penutupan akan digelar di Kabupaten Wajo. Untuk cabang olahraga sepak bola, pertandingan pembuka berlangsung di Bone, sementara babak final akan dimainkan di Wajo,” jelas Andi Akbar.
Porprov XVIII diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 peserta yang terdiri atas atlet, pelatih, ofisial, serta perangkat pertandingan dari seluruh Sulawesi Selatan. Jumlah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi daerah tuan rumah, terutama dalam menyiapkan akomodasi dan pelayanan selama pelaksanaan kegiatan.
Di Kabupaten Bone, pemerintah daerah telah mulai menyiapkan kebutuhan penginapan bagi tamu-tamu resmi. Sejumlah hotel telah dipesan untuk menampung tamu VIP maupun perangkat pertandingan.
“Kami sudah melakukan pemesanan kamar di Hotel Novena dan Hotel Helios, kurang lebih sebanyak 120 kamar yang disiapkan. Kamar tersebut diperuntukkan bagi wasit, tamu VIP, dan pihak-pihak terkait lainnya. Untuk wasit, pembiayaan hotel berasal dari anggaran mereka sendiri, sementara kami menyiapkan ketersediaan kamar,” ujar Andi Akbar.
Sementara itu, tamu umum di luar kategori resmi diharapkan dapat mencari penginapan secara mandiri. Adapun bagi kontingen dari setiap daerah, pemerintah telah menyiapkan lokasi akomodasi tersendiri agar seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan nyaman.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga, Porprov XVIII Sulawesi Selatan diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah. Kehadiran ribuan peserta dan tamu diperkirakan akan meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan sektor kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro yang tersebar di sekitar lokasi pertandingan.
Dengan waktu persiapan yang masih tersisa beberapa bulan, Kabupaten Bone bersama Kabupaten Wajo terus mematangkan berbagai aspek penyelenggaraan. Harapannya, Porprov XVIII Sulawesi Selatan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga menjadi penyelenggaraan yang sukses, tertib, dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta maupun masyarakat. (Ag)







