Hardiknas 2026, Bone Bakal Launching Sekolah Model Beramal, Strategi Baru Penguatan SDM Pendidikan melalui Earmarking dan Kolaborasi Orang Tua

oleh -121 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Watampone kembali bersiap menyambut perayaan penting dalam kalender pendidikan. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 akan disemarakkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dengan pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera di Lapangan Merdeka Watampone pada Sabtu, 02 Mei 2026. Namun lebih dari sekadar seremoni, momentum ini diproyeksikan menjadi titik tekan baru arah transformasi pendidikan di daerah berjuluk Bumi Arung Palakka itu.

Di balik persiapan upacara dan rangkaian lomba seni serta olahraga yang akan digelar, tersimpan agenda besar yang mulai digulirkan: penguatan kualitas pendidikan melalui digitalisasi guru, pembelajaran mendalam (deep learning), hingga peluncuran Sekolah Model BerAmal.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sekadar pada akses, melainkan pada kualitas dan relevansi pembelajaran.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi kunci utama dalam menghadapi era digital. Guru dituntut tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan digitalisasi dalam proses belajar mengajar secara bermakna.

“Yang paling penting itu kemampuan individual guru dalam menyongsong digitalisasi. Setelah itu bagaimana guru mampu mencermati dan menerapkan pembelajaran mendalam,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kepala UPT SD Inpres 5/81 Kading Laksanakan Pra Observasi Pembelajaran, Kenakan Baju Adat

Konsep pembelajaran mendalam yang dimaksud bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi membangun keterhubungan emosional antara guru dan murid. Di dalamnya terdapat olah rasa, olah hati, hingga pembentukan karakter yang utuh.

Ia bahkan menggambarkan pendekatan ini menyerupai pola pendidikan yang menekankan kedekatan intens antara pengajar dan peserta didik.

“Pembelajaran mendalam itu membangun chemistry antara guru dan murid. Ada olah rasa, olah hati, dan olahraga yang saling terhubung,” jelasnya.

Dalam refleksinya, Edy juga menyinggung fenomena kualitas sekolah yang sangat dipengaruhi oleh figur sentral di dalamnya. Ia menyebut ada sekolah yang sangat bergantung pada sosok kepala sekolah atau guru tertentu.

“Kadang ada sosok guru atau kepala sekolah yang begitu kuat pengaruhnya, sampai menjadi ‘roh’ di sekolah itu. Ketika dia pindah, prestasi ikut turun. Tapi sekolah baru yang ia datangi justru ikut berkembang,” ungkapnya.

Fenomena tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa sistem pendidikan harus dibangun secara kolektif, bukan bertumpu pada individu semata. Tujuannya agar kualitas pendidikan merata, tidak hanya terkonsentrasi di sekolah tertentu. “Kita ingin tidak ada lagi pilihan sekolah favorit karena semua sekolah harus berprestasi,” tambahnya.

BACA JUGA:  UPT SDN 23 Jeppe' e Tutup Kegiatan Amaliah Ramadan Dengan Buka Puasa dan Tarawih Bersama 

Pada momentum Hardiknas 2026 ini pula, Pemerintah Kabupaten Bone akan meluncurkan 33 sekolah dasar dan sejumlah SMP di tiap kecamatan sebagai Sekolah Model BerAmal.

Istilah “BerAmal” merupakan akronim dari visi kepemimpinan daerah yang diusung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin, yang berarti Berkarakter, Maju, dan Unggul.

Sekolah model ini dirancang sebagai percontohan standar mutu pendidikan yang akan menjadi acuan bagi sekolah lain di wilayah masing-masing.

“Besok akan ditandai dengan komitmen kepala sekolah. Tujuannya bukan kompetisi label, tapi bagaimana sekolah lain ikut mengejar standar yang sama,” jelas Edy.

Dengan pola ini, pemerintah ingin menciptakan distribusi kualitas pendidikan yang lebih merata, termasuk di wilayah kecamatan yang selama ini belum sepenuhnya optimal dalam prestasi akademik maupun non-akademik.

Lebih jauh, Edy menegaskan bahwa penguatan SDM guru menjadi fokus utama melalui berbagai program pelatihan yang telah dianggarkan melalui skema earmarking khusus pengembangan sumber daya manusia.

Sekolah-sekolah yang masuk kategori Sekolah Model BerAmal akan menjadi prioritas utama dalam program peningkatan kompetensi tersebut.

“Semua guru akan kita latih sesuai hasil asistensi dan supervisi tim penilai. Dari situ akan ditentukan kelayakan sekolah,” katanya.

BACA JUGA:  Kolaborasi UNIM Bone dengan PNUP Latih Guru Buat Mudah Karya Ilmiah

Namun, ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Peran orang tua menjadi faktor penentu yang tidak kalah penting dalam membentuk ekosistem pendidikan yang sehat.

“Orang tua jangan serta-merta memanjakan anak. Biarkan guru menuntaskan proses pendidikannya di sekolah,” tegasnya.

Ia menilai, keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran bahwa pendidikan adalah proses jangka panjang dalam mempersiapkan generasi penerus.

“Anak-anak ini adalah iron stock kita. Mereka yang akan menggantikan kita di masa depan. Jadi peran orang tua sangat krusial,” ujarnya.

Hardiknas 2026 di Bone bukan hanya perayaan seremonial, tetapi diarahkan menjadi titik awal konsolidasi besar dunia pendidikan daerah. Dari digitalisasi, pembelajaran mendalam, hingga standarisasi Sekolah Model BerAmal, semuanya bermuara pada satu tujuan: menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.

Di Lapangan Merdeka Watampone, upacara mungkin akan berlangsung seperti biasa. Namun di balik itu, sebuah arah baru pendidikan Bone tengah diletakkan lebih terstruktur, lebih merata, dan lebih berorientasi pada kualitas manusia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.