LAMURU, TRIBUNBONEONLINE.COM– Mayoritas peternak sapi di Kabupaten Bone berharap adanya pelatihan khusus dari Pemerintah Kabupaten Bone terkait proses pembuatan pakan alternatif ternak. Harapan tersebut disampaikan Andi Yunus, seorang peternak sapi asal Desa Poleonro, Kecamatan Lamuru, saat ditemui di sela-sela aktivitasnya mengarit pakan, Rabu (21/1/2025).
Menurut Andi Yunus, selama ini peternak masih sangat bergantung pada pakan hijauan alami yang ketersediaannya sangat dipengaruhi musim. Saat musim kemarau, pakan ternak menjadi sulit didapatkan sehingga berdampak pada pertumbuhan dan kesehatan sapi.
“Kalau musim hujan masih aman, tapi saat kemarau kami kesulitan pakan. Kami berharap ada pelatihan dari pemerintah tentang cara membuat pakan alternatif yang bisa disimpan lebih lama,” ujarnya.
Ia menilai, pelatihan pembuatan pakan alternatif seperti silase atau fermentasi pakan berbahan lokal sangat dibutuhkan peternak, khususnya di wilayah pedesaan. Selain menekan biaya produksi, pakan alternatif juga dinilai mampu menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun.
“Bahan bakunya sebenarnya banyak di sekitar kami, seperti jerami padi atau limbah pertanian lainnya, tapi kami belum paham cara mengolahnya dengan benar,” tambahnya.
Andi Yunus berharap Pemerintah Kabupaten Bone melalui dinas terkait dapat memberikan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan kepada peternak sapi. Dengan demikian, sektor peternakan di Bone dapat berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Penulis: Affandy







