Oleh: Dr. Muhammad Asriady, M.Th.I.
Wakil Pimpinan Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone
Waktu ibarat aliran sungai yang tak pernah kembali ke hulu. Tanpa terasa, hari ini sudah berada di awal 2026. Detik demi detik membawa kita meninggalkan tahun 2025 yang penuh warna. Namun, tahun baru bukan sekadar pergantian Kalender, bukan hanya pergantian waktu, ia adalah momentum muhasabah diri.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18, Allah Swt memberikan panduan luar biasa mengenai cara menghadapi pergantian waktu:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
Terjemahnya:
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)
Ayat ini mengingatkan bahwa resolusi terbaik bukanlah sekadar daftar keinginan duniawi dirinci, melainkan keseimbangan antara persiapan dunia dan bekal akhirat. Apa yang sudah ditanam di tahun 2025? Kebaikan apa yang perlu dilipat gandakan, dan kekhilafan mana yang harus tinggalkan?
Jawabannya tentu di benak Kita masing-masing. Intinya mari berbenah untuk lebih baik dan melakukan yang terbaik di tahun ini.
Jika 2025 memberikan ujian yang berat, ingatlah janji Allah Swt dalam QS. Al-Inshirah ayat 6 bawha: Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan. Kesulitan kemarin adalah sekolah bagi jiwa kita agar menjadi lebih tangguh. Setelah malam gelap gulita, fajar akan menyingsing.
Nabi Muhammad Saw telah bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR. Muslim). Kekuatan disi bukan hanya kekuatan fisik, tapi juga kekuatan mental, spiritual, dan ekonomi untuk menebar manfaat lebih luas.
Mari beresolusi terbaik dan menjadi versi terbaik
Resolusi terbaik bukanlah tentang seberapa banyak pencapaian materi, melainkan seberapa besar perubahan karakter kita miliki. Mari kita jadikan 2026 sebagai langkah untuk meningkatkan hubungan dengan Sang Pencipta, tingkatkan kualitas ibadah sebagai fondasi ketenangan jiwa. Lalu perbaiki hubungan dengan Sesama, menjadi pribadi yang lebih pemaaf, dermawan, dan bermanfaat bagi orang lain. Kemudia jangan lupa mengembangkan Diri. Belajarlah keahlian baru dan menjaga kesehatan tubuh sebagai amanah dari Allah. Ada dua nikmat yang kadang dilalaikan manusia, kesehatan dan kesempatan. Jika sehat sempatkanlah berbuat Kebajikan.
Mari jadikan tahun 2026 sebagai Tahun Kebangkitan. Bangkit dari kemalasan, bangkit dari keterpurukan, dan bangkit menuju kesuksesan yang penuh berkah.
Jangan biarkan impian hanya tertulis di atas kertas. Say no to wacana forever. Wujudkan dengan kerja keras, iringi dengan ikhtiar dan doa, lalu hiasi dengan tawakal. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tawakkal.
Selamat menyambut tahun baru 2026! Mari buat langkah dari katanya menjadi nyatanya.







