TANETE RIATTANG BARAT, TRIBUNBONEONLINE.COM– Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanete Riattang Barat menunjukkan langkah inovatif dalam meningkatkan kenyamanan dan efektivitas pelayanan, khususnya bagi para penyuluh Agama Islam. Di bawah kepemimpinan Kepala KUA yang baru, Abd. Wahid Arif, S.Ag., M.Pd.I, dalam waktu singkat telah hadir sebuah terobosan kreatif yang menyentuh langsung kebutuhan para penyuluh.
Baru dua bulan menjabat, Abd. Wahid Arif merasa tertantang melihat kondisi kantor KUA yang sempit dan kurang representatif, terutama pada ruang layanan penyuluh. Dengan total 15 penyuluh — terdiri atas 3 fungsional dan 12 PPPK termasuk yang baru menerima SK mereka harus berbagi ruangan berukuran 2×4 meter. Setiap hari, para penyuluh hadir untuk melaksanakan tugas pembinaan masyarakat, membuat laporan, dan berdiskusi, namun minim fasilitas yang mendukung kegiatan tersebut.
Dalam sebuah perbincangan santai bersama perwakilan penyuluh, muncul aspirasi tentang pentingnya ruang yang nyaman untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan penguatan kapasitas. Menanggapi hal itu, Abd. Wahid Arif tidak tinggal diam. Ia menginisiasi pembangunan “Pojok Penyuluh” di halaman belakang kantor, yang dulunya hanya menjadi tempat pembuangan sampah dan semak belukar.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, seluruh elemen KUA — mulai dari penyuluh, staf, hingga penghulu — terlibat langsung dalam mewujudkan ide ini. Baik secara moril maupun materiil, semuanya memberikan dukungan.
Kini, Pojok Penyuluh telah berdiri megah dengan ukuran 5×6 meter, bernuansa estetik ala warung kopi (warkop) yang nyaman. Ruangan ini dilengkapi dengan rak buku bacaan, papan data kegiatan penyuluh, serta kutipan-kutipan motivasi yang memperkuat semangat pelayanan. Suasana santai namun produktif menjadikan ruang ini sebagai pusat kreativitas dan penguatan tugas penyuluhan.
“Pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan jika dilakukan dengan visi dan semangat yang sama. Inilah bukti bahwa niat baik dan keikhlasan bisa mewujudkan hal yang luar biasa,” ungkap Abd. Wahid Arif penuh haru.
Inovasi ini menjadi contoh inspiratif bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil, selama ada kepemimpinan visioner, sinergi, dan niat tulus untuk berbuat demi umat. Semoga “Pojok Penyuluh” menjadi ruang penuh berkah dan manfaat bagi pelayanan keagamaan di Tanete Riattang Barat. (Red/Tamzil)