KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM–Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone telah memperkenalkan fasade Bola Soba dalam pembelajaran matematika yang menggabungkan teknologi dengan pelestarian warisan budaya lokal.
Riset ini dilaksanakan di UPT SMP Negeri 1 Khu (Berlokasi di Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone). Pada kegiatan PKM yang menarik ini, mereka menjadikan bentuk fasade dan pola yang terbentuk dalam rumah adat tradisional Bone yaitu bola soba, salah satu ikon budaya Bone, sebagai sarana pembelajaran yang menarik dan bermanfaat.
Tim PKM ini dipimpin oleh tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Muhammadiyah Bone. Tujuan utama kegiatan ini adalah menjembatani kesenjangan antara pengetahuan matematika dan warisan budaya, sebagai wujud pelestarian budaya guna mendukung Cultural Resilience (Ketahanan Budaya) masyarakat Bugis.
Dalam banyak kasus, warisan budaya seperti bangunan rumah adat bola soba ini terabaikan atau dilupakan. Namun, tim PKM-RSH dengan tekun melakukan penelitian untuk mendokumentasikan dan menghargai bentuk fasade karakteristik bangunan ini. Mereka mengidentifikasi beragam pola geometris, simetri, dan proporsi yang terkandung di dalam desain bangunan bola soba dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi Teorema Pythagoras.

Apa yang membuat PKM ini istimewa adalah penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) untuk mengintegrasikan unsur matematika dalam pembelajaran. Adanya bantuan aplikasi AR yang mereka kembangkan, peserta didik dapat menjelajahi bangunan bola soba dalam tiga dimensi melalui perangkat mobil. Hal ini memungkinkan peserta didik untuk memahami konsep-konsep matematika yang rumit, seperti geometri ada materi Teorema Pythagoras, dalam konteks yang nyata.
Sartika Sari Dewi, ketua tim PKM-RSH menjelaskan, kami ingin memungkinkan peserta didik memahami materi Teorema Pythagoras dengan cara yang lebih mendalam dan menarik. “Adanya penggunaan Augmented Reality, kami mengeksplorasi bentuk fasade bangunan Bol Soba yang bersejarah menjadi nyata dalam proses pembelajaran,” ungkapnya melalui rilisnya, Sabtu (07/10/2023).
Pelaksanaan PKM-RSH ini tidak hanya berdampak positif pada pembelajaran matematika, tetapi juga pada pelestarian warisan budaya.
Inovasiyang dihasilkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone ini dapat menjadi media untuk pengembangan pendekatan dengan warisan budaya yang perlu dilestarikan. Sukses dan terlaksananya riset berkearifan lokal ini tidak lepas dari dukungan dari pihak Epicentrum PKM UNIM Bone, yaitu Dr A. M. Irfan Taufan Asfar, MT.,M.Pd, Dr A. M. Iqbal Akbar Asfar, MT., M.Pd, Andi Nurannina, S.Pd, Eko Budianto, S.Pd, dan Nurlia, S.Pd yang selalu membimbing dan membina jalannya pelaksanaan riset yang inovatif ini. (Ril)