Ruang Inklusif: Tata Letak RTH yang Strategis Berdampak pada Prestasi Anak

oleh -46 x dibaca

Oleh : Affandy S,Sos

Wartawan TribunBone

Ruang Terbuka Hijau (RTH) kerap dipandang sekadar pelengkap tata kota. Padahal, jika dirancang dan ditempatkan secara strategis, RTH dapat menjadi ruang inklusif yang memberi dampak nyata terhadap tumbuh kembang dan prestasi anak, baik secara akademik maupun karakter.

Anak-anak membutuhkan ruang untuk bergerak, berinteraksi, dan berekspresi. Ketika RTH berada dekat dengan sekolah, permukiman, atau pusat aktivitas masyarakat, ruang ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru lingkungan, tetapi juga sebagai ruang belajar sosial. Di sanalah anak belajar berbagi, bekerja sama, dan mengenal keberagaman.

BACA JUGA:  Porprov yang Inklusif untuk Kebangkitan Olahraga Bone

RTH yang inklusif berarti ruang yang aman, ramah anak, dan dapat diakses semua kalangan. Anak dengan latar belakang berbeda—baik ekonomi, kemampuan, maupun karakter—memiliki kesempatan yang sama untuk bermain dan belajar. Lingkungan seperti ini secara tidak langsung membentuk rasa percaya diri dan kesehatan mental anak, dua faktor penting yang sering luput dari perhatian dalam peningkatan prestasi.

Berbagai pengamatan menunjukkan bahwa anak yang memiliki akses pada ruang terbuka cenderung lebih fokus, aktif, dan memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Aktivitas fisik di ruang hijau membantu mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan kreativitas. Dampaknya, anak lebih siap menerima pelajaran saat kembali ke ruang kelas.

BACA JUGA:  Tahun Baru 2026 dan Luka Nusantara: Menimbang Etika Perayaan di Tengah Bencana Alam

Penataan RTH yang strategis juga membuka peluang kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa. RTH dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar alternatif, tempat kegiatan literasi, seni, maupun olahraga ringan. Pendidikan pun tidak lagi terkungkung oleh dinding kelas, melainkan menyatu dengan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, prestasi anak tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan metode belajar, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung. RTH yang inklusif dan tertata strategis adalah salah satu bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan anak—ruang kecil dengan dampak besar bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

BACA JUGA:  Pembelajaran Siklus Kehidupan dalam Pengelolaan Limbah Domestik: Materi Ujian Promosi Doktor Kartika Karim Kasim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.