WAETUO, TRIBUNBONEONLINE.COM–Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Wisuda Santri IV Madrasatul Qurra Ummu Ali Al-Andas, naungan Yayasan Amal Jariyah Indonesia, yang digelar di SDIT Tahfiz Al Qurba Kelurahan Waetuo, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sabtu (31/1/2026). Anak-anak dengan wajah polos dan penuh percaya diri melantunkan hafalan Al-Qur’an, menjadi saksi lahirnya generasi Qurani sejak usia dini.
Di hadapan para orang tua dan undangan, para santri bahkan yang masih berusia belia menampilkan kemampuan hafalan dengan lantang dan lancar. Momen tersebut tak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan panjang pendidikan Al-Qur’an yang penuh kesabaran dan keteladanan.
Kepala Madrasah sekaligus Ketua Panitia, Ustad Johan, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah santri yang diwisuda cukup beragam. Sebanyak 22 santri khatam Nuraniyah, 18 santri khatam Al-Qur’an, 6 santri hafalan 3 juz, 19 santri hafalan 5 juz, 3 santri hafalan 10 juz, 1 santri hafalan 15 juz, serta 4 santri hafalan hadis.
Johan berharap capaian tersebut menjadi awal ikatan kuat antara anak-anak dan masjid. “Kami berharap hati anak-anak ini selalu terpaut dengan masjid dan Al-Qur’an. Jika orang tua membiasakan anaknya mengaji di masjid, maka sesungguhnya kita sedang membangun peradaban Islam, dan balasannya adalah surga Al-Jannah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia, Ustaz H. Ardian Kamal, S.Pd., M.Sc., dalam tausiyah tarbawiyahnya menekankan pentingnya menanamkan karakter Al-Qur’an pada masa golden age anak. Menurutnya, pendidikan Qur’ani sejak dini merupakan fondasi utama pembentukan akhlak.
“Pendidikan Al-Qur’an di usia belia akan menjauhkan anak dari perbuatan nahi munkar dan membentuk karakter utama sebagaimana akhlak Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup anak-anak. “Amalan ini akan menjaga kita di dunia dan akhirat, serta memuliakan kita kelak di surga,” tambahnya.
Diakhir tausiyahnya Ardian Kamal sekaligus meresmikan aula terbuka serbaguna yang telah dibangun dari hasil kontribusi swadaya murni dari murid-murid dan santri.
Acara tersebut turut dihadiri Lurah Waetuo, Ikbal, S.H.I., yang sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para guru mengaji yang telah mengabdikan diri mendidik generasi Qurani. “Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya.
Lurah Ikbal juga berpesan agar anak-anak terus belajar dengan sungguh-sungguh, serta orang tua senantiasa menjaga dan membimbing mereka. “Mudah-mudahan mereka tumbuh menjadi generasi Qurani yang kelak mengangkat derajat orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat,” harapnya.
Di sela-sela acara, santri kategori khatam Nuraniyah dan khatam Al-Qur’an menerima piagam, sertifikat, dan medali penghargaan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia, didampingi Lurah Waetuo, Pengawas Pembina Kecamatan Tanete Riattang Timur H. Abdul Rahman, S.Pd., Kepala Sekolah Al-Qurba Muhammad Gazali, M.Pd., Ketua Komite Sudirman, serta Ketua Pembangunan H. Rosman.
Wisuda ini bukan sekadar penanda capaian hafalan, melainkan jejak awal perjalanan panjang anak-anak menuju kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an—sebuah harapan yang tumbuh dari Waetuo untuk masa depan umat. (Sugi)







