Pertama di Kabupaten Bone, Universitas Muhammadiyah Bone Launching Maskot PMB “MAPASI”: Simbol Karakter, Pendidikan, dan Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045

oleh -453 x dibaca
Suasana Kegiatan Launching Maskot PMB

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pada 09/01/2026 Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang adaptif, inovatif, unggul islami dan berakar pada kearifan lokal. Hal tersebut ditandai dengan Launching Maskot Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) “MAPASI”, yang secara resmi diluncurkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bone, (Dr.H.Muhammad jafar S. Pd. M. Pd. didampingi Wakil Rektor I (Dr.Muhammad Safar. M. Pd) , Wakil Rektor III (Gunawan,S.Pd. M. Pd.) serta Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) (H. Sandi, S. Pd. M. Pd).

Peluncuran ini mencatat sejarah baru sebagai kampus di Kabupaten Bone yang pertama kali menggunakan maskot dalam kegiatan PMB, sekaligus menjadi simbol pendekatan baru dalam membangun identitas pendidikan tinggi yang berkarakter, komunikatif, visioner, Unggul dan Islami.

MAPASI: Identitas PMB Berbasis Nilai Bugis dan Arah Pembangunan Daerah

Maskot PMB MAPASI merupakan akronim dari Macca na Malempu, Paju, dan Siripa, yang dirumuskan sebagai nilai inti pendidikan Universitas Muhammadiyah Bone.

Macca na Malempu bermakna cerdas dan jujur, sebuah prinsip fundamental dalam falsafah Bugis yang menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan integritas moral. Nilai ini menjadi harapan utama agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, etika, dan tanggung jawab sosial.

BACA JUGA:  MTSN 1 Bone Adakan Kemah Blok

Paju dimaknai sebagai padi dan jagung, dua komoditas strategis Kabupaten Bone yang menjadi simbol ketahanan pangan dan kekuatan ekonomi lokal. Paju mencerminkan harapan agar generasi muda Bone mampu melihat sektor pertanian sebagai sektor unggulan masa depan modern, inovatif, dan berkelanjutan.

Sementara Siripa dimaknai sebagai siri’ dan pendidikan, yang menegaskan bahwa kehormatan dan harga diri masyarakat Bugis dijaga melalui ilmu, adab, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendidikan dipandang sebagai jalan utama menjaga martabat diri, keluarga, daerah, dan bangsa.

Harapan Rektor dan Pimpinan Universitas, Melalui launching MASKOT PMB MAPASI, Rektor Universitas Muhammadiyah Bone berharap agar MAPASI menjadi ikon edukatif yang hidup, bukan sekadar simbol visual, tetapi juga media penanaman nilai sejak awal mahasiswa memasuki dunia kampus.

Rektor menegaskan harapan agar MAPASI mampu: Menjadi simbol karakter mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone

Menanamkan nilai kejujuran, kecerdasan, dan etos kerja

Menguatkan kecintaan mahasiswa terhadap pertanian dan potensi lokal

BACA JUGA:  Mahasiswa PGSD FIP UNM Laksanakan Asistensi Mengajar di UPT SD Inpres 12/79 Biru II

Menjadi sarana edukasi publik tentang peran kampus dalam pembangunan daerah Sementara itu,

Wakil Rektor I berharap MAPASI mampu memperkuat budaya akademik yang unggul dan islami serta berintegritas, yang mendorong mahasiswa untuk berprestasi dalam bidang akademik, riset, dan inovasi, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pendidikan.

Wakil Rektor III menaruh harapan agar MAPASI menjadi simbol pembinaan karakter, penguatan soft skills, serta pengembangan minat dan bakat mahasiswa dalam organisasi, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Adapun Kepala Biro PMB berharap kehadiran MAPASI dapat menjadi daya tarik positif dalam proses penerimaan mahasiswa baru, memperkuat branding kampus, serta membangun kedekatan emosional dengan calon mahasiswa dan masyarakat luas.

Peluncuran MASKOT PMB MAPASI sejalan dengan Asta Cita Kabupaten Bone, khususnya dalam

Penguatan sumber daya manusia unggul dan berkarakter

Pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal

Penguatan sektor pertanian sebagai pilar pembangunan daerah

Sinergi pendidikan, budaya, dan pembangunan berkelanjutan (lanjut kepala Biro PMB)

Kepala Biro PMB UNIM Bone, H. Sandi

MAPASI diharapkan melahirkan generasi muda Bone yang cerdas, jujur, berilmu, dan bermartabat, serta mampu menjadi penggerak pembangunan di daerahnya sendiri.

BACA JUGA:  Berdayakan Peternak Ayam Semoga Jaya, Tim PKM UNIM Bone Hadirkan Inovasi Teknologi Smart Feed Grinder

Menuju Indonesia Emas 2045.

Pendidikan dan Pertanian sebagai Pilar Utama

Dalam konteks Indonesia Emas 2045, sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai fondasi ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Bone, dengan potensi padi dan jagungnya, memiliki posisi penting dalam mendukung agenda nasional tersebut.

Universitas Muhammadiyah Bone melalui MAPASI menaruh harapan besar agar mahasiswa mampu menjadi:

Pendidik yang berkarakter dan berintegritas

Inovator pertanian berbasis ilmu dan teknologi

Entrepreneur muda sektor pangan

Pemimpin masa depan yang berpihak pada kemandirian daerah.

Dengan diluncurkannya MASKOT PMB MAPASI oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bone bersama jajaran pimpinan universitas, serta seluruh civitas akademika, kampus ini menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai lokal.

MAPASI bukan sekadar maskot PMB, melainkan simbol harapan, identitas, dan arah masa depan pendidikan Bone menuju masyarakat yang cerdas, bermartabat, unggul islami dan berdaulat pangan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Macca na Malempu, Paju na Siripa dari kampus untuk Bone, dari Bone untuk Indonesia.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.