LAPPARIAJA, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kepala Desa Patangkai, Syamsul Jaya, SE, menegaskan bahwa mayoritas warganya kini memiliki kesadaran hukum yang jauh lebih baik dibanding beberapa tahun silam. Keyakinan itu bukan sekadar dugaan, tetapi terlihat dari indikator sederhana yakni hampir seluruh kegiatan berskala besar yang digelar di Desa Patangkai berlangsung tanpa tindak pidana maupun pelanggaran hukum.
Sebagai ibu kota Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Desa Patangkai kerap menjadi pusat berbagai aktivitas dimulai dari pesta rakyat, kegiatan sosial, hingga agenda lintas komunitas. Namun, dalam keramaian sebesar apa pun, suasana tetap tertib dan aman. Tidak lagi muncul riak atau gesekan antarwarga, maupun insiden lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
“Ini bukti bahwa warga Desa Patangkai dan segenap masyarakat Kecamatan Lappariaja makin sadar hukum. Mereka paham batas-batas aturan dan mengerti bagaimana menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan,” ujar Syamsul Jaya, Jumat (14/11/2025).
Desa Patangkai dikenal sebagai wilayah majemuk dengan latar sosial, budaya, dan karakter masyarakat yang beragam. Meski demikian, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan pemersatu. Pemerintah desa terus mengedepankan pendekatan dialogis melalui tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok perempuan sehingga ruang komunikasi antarwarga tetap terbuka dan hangat.
Syamsul Jaya menilai, perubahan positif dalam cara masyarakat menjaga stabilitas sosial sejalan dengan pergerakan pembangunan di berbagai sektor. Ekonomi lokal terus tumbuh, usaha rumah tangga bertambah, dan perputaran barang harian semakin hidup. Pada sektor sosial, partisipasi warga dalam program desa menunjukkan peningkatan signifikan. Dari sisi budaya, tradisi lokal tetap dipelihara meski Desa Patangkai terus melangkah menuju desa modern.
Ia berharap tren kesadaran hukum ini menjadi pondasi bagi kemajuan yang lebih besar. “Kalau masyarakat rukun, sadar hukum, dan saling menjaga, maka pembangunan di semua bidang akan berjalan lebih mudah. Desa Patangkai berbenah menjadi teladan desa yang maju tanpa meninggalkan nilai kebersamaan,” tutupnya.
Penulis : Affandy






