KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM–Meningkatnya minat masyarakat kota bahkan sampai kepelosok desa melakukan transaksi digital, membuat beberapa perusahaan jasa pengiriman membuka kerjasama kemitraan, seperti usaha kemitraan shoope Express yang dikenal sebagai Agen SPX, yang telah beroperasi di Desa Hulo Kecamatan Kahu Kabupaten Bone dan mempekerjakan sebanyak 36 warga dari beberapa desa yang rata – rata pemuda produktif, tidak lain merupakan program kemitraan dimana individu atau pihak tertentu untuk mengelola layanan jasa pengiriman secara mandiri.
Individu yang bermitra, hanya menyediakan lokasi fisik sebagai tempat drop off paket oleh penjual dan pengambilan paket oleh pembeli, disebut Agen dari pihak induk jasa pengiriman sebagai imbalannya. Agen mendapatkan komisi per paket yang ditanganinya.
Agen SPX yang berdiri di Desa Hulo Kecamatan Kahu, mengakui pihaknya mampu menggaji pekerjanya atau kurirnya diatas Rp5 juta dalam perbulannya, tentunya kegiatan bisnis ini menjadi harapan bisnis secara terbuka untuk menjadi Agen dari berbagai pihak serta membuka lowongan kerja pada masyarakat setempat yang tentunya mendorong peningkatan taraf hidup disisi ekonomi.
Sumardi selaku Team Leader Kurir Agen SPX Hub Kahu, saat ditemui di kantor tempatnya bekerja Sabtu, 28 Juni 2025, mengatakan bahwa ini merupakan peluang bisnis baru dan mudah untuk didirikan.
“Bisnis ini merupakan dampak kemajuan tehnologi digital, memudahkan orang untuk bertransaksi, kapan pun dimana pun bahkan menjangkau dan memfasilitasi seluruh pelaku usaha dan pembeli diseluruh penjuru nusantara, ditambah lagi adanya akses kemitraan yang terbuka, bukan hanya pihak shoope bahkan seperti jasa pengiriman JNT, lion parcel dan banyak lagi perusahaan Jasa pengiriman sekarang membuka kemitraan,” katanya.
Dengan demikian peningkatan mobilitas kirim atau mengirim barang semakin meningkat, layanan jasa pengiriman kemitraan yang sering kita temui dibeberapa Kecamatan, melayani seluruh komponen pelaku usaha baik dari pelaku usaha di sektor modern bahkan dulunya konvensional mulai tergerak menggunakan jasa ini disebabkan transaksi digital yang mereka lakukan.
“UMKM banyak menggunakan layanan jasa pengiriman ini, dengan mereka berafiliasi dari platform media sosial untuk bertransaksi jual beli produknya, setiap hari kami melayani pengantaran barang di tiga kecamatan yaitu Kahu, Patimpeng, Libureng. dimana tiap hari pula jumlahnya semakin meningkat baik penerima atau pengirim dari masyarakat setempat,” ungkap Sumardi.
Mengenai jumlah keuntungan yang didapat fluktuatif tapi, tiap bulan mengalami peningkatan ditandai dengan banyaknya barang.
“Ter drop off di Hub Sektor atau terkirim Via Hub Sektor,” tambah Sumardi.
Terbukanya transaksi digital di flatform media sosial, disertai dengan adanya jasa pengiriman yang mulai banyak beroperasi ditingkat kecamatan di Kabupaten Bone, dimana masyarakat Kabupaten Bone khususnya, dapat jeli mengambil kesempatan dan menggunakan fasilitas ini, fakta tersebut pula menjadi pertanda peluang peningkatan, serta meluasnya cakupan kegiatan jual beli bagi pelaku usaha maupun konsumen di Kabupaten Bone serta terbukanya peluang buat pencari kerja. (Affandy)