“Suara Demokrasi” di SMAN 3 Bone, Sajikan Edukasi Demokrasi dengan Miniatur dan Interaksi

oleh -284 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Siswa SMA Negeri 3 Bone menggelar acara bertajuk “Suara Demokrasi: Suarakan Aspirasimu, Wujudkan Mimpimu” sebagai bagian dari Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini berlangsung di pelataran sekolah pada Rabu, 13 November 2024, dan mengajak para siswa serta pengunjung untuk mengenal demokrasi lebih dalam melalui karya inovatif serta Narrative Drama Performance Bahasa Inggris Tingkat Lanjut.

Yang menjadikan acara ini istimewa adalah sajian dari setiap kelompok yang mengangkat aspek demokrasi berbeda dalam stand pameran mereka. Siswa-siswa menampilkan hasil Projek P5 dengan menciptakan miniatur serta ilustrasi yang menggambarkan berbagai sistem demokrasi yang telah mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila, hingga demokrasi pasca-reformasi. Pameran ini tidak hanya menawarkan wawasan historis, tetapi juga mengajak siswa untuk memahami hakikat demokrasi yang mereka jalani di Indonesia.

Dalam salah satu stand, para siswa bahkan menyiapkan permainan interaktif bagi para pengunjung, termasuk para guru. Permainan ini meminta para pengunjung menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar demokrasi, mulai dari menyebutkan asas-asas pemilu, contoh-contoh penerapan demokrasi di lingkungan keluarga, hingga pertanyaan tentang berapa kali Presiden Prabowo mengikuti kontestasi pemilihan presiden hingga akhirnya terpilih pada pemilu terakhir. Para guru yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan kesempatan untuk mencoba undian berhadiah.

BACA JUGA:  Berkah Ramadan, Pengguna Jalan Dapat Nasi Kotak Gratis Dari Pramuka MTsN 3 Bone

Drs. Umar Lawahe, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kedalaman materi yang ditampilkan siswa dalam acara ini. “Saya sangat bangga melihat pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memahami konsep-konsep demokrasi serta implementasinya. Karya mereka mencerminkan pemahaman yang tidak hanya terfokus pada teori, tetapi juga pada praktiknya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Drs. Umar.

Ia menambahkan bahwa pengetahuan ini akan menjadi bekal penting bagi siswa, terutama mereka yang telah memenuhi syarat usia untuk memberikan suara dalam Pilkada Kabupaten Bone pada 27 November 2024. Siswa diharapkan dapat menerapkan pemahaman mereka, tidak hanya dalam hal memilih pemimpin tetapi juga dalam menjalankan asas-asas demokrasi dalam keseharian mereka.

BACA JUGA:  UPT SMA 8 Bone Galakkan Sekolah Hijau dan Produktif

Acara Karya P5 bertema demokrasi ini membuktikan bahwa pendidikan demokrasi bisa dibangun dari pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna. Selain membangun kesadaran tentang hak dan tanggung jawab sebagai pemilih, kegiatan ini juga mengasah keterampilan komunikasi, berpikir kritis, dan kerjasama siswa, menjadikan mereka pelajar Pancasila yang siap berkontribusi untuk bangsa.

Kepala SMAN 13 Bone, Drs. A. Abd. Gaffar, MM, menjelaskan bahwa pemilihan tema demokrasi dalam kegiatan P5 ini bertujuan untuk memberi wawasan praktis tentang proses demokrasi kepada siswa. “Kami ingin siswa memahami demokrasi tidak hanya melalui teori tetapi juga melalui praktik, apalagi sebagian dari mereka adalah pemilih pemula. Lewat kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya suara dalam pemilu dan pemilukada,” ujar Gaffar.

Dalam kegiatan ini, siswa dengan antusias menciptakan tata cara Tempat Pemungutan Suara (TPS) melalui Karya P5 yang ditampilkan,dari proses pemungutan suara layaknya di TPS sesungguhnya, diawali dengan kegiatan registrasi, pengambilan surat suara, hingga penghitungan suara. Tidak hanya itu, mereka juga mempelajari teori-teori demokrasi yang menjadi dasar bagi setiap tahapan pemilu yang mereka praktikkan.

BACA JUGA:  Penguatan Literasi & Numerasi Kombel  UPT SD Inpres 4/82 Bajoe

Menariknya, kegiatan P5 ini tidak hanya fokus pada pemilu dan pemilukada. Siswa juga menampilkan kreativitas mereka melalui sajian makanan tradisional yang mereka buat sendiri. Dari sinilah jiwa wirausaha siswa mulai terlihat, dengan harapan dapat menumbuhkan keterampilan baru yang bermanfaat bagi masa depan.

“Alhamdulillah, saya melihat antusias siswa dalam Karya P5 ini sangat luar biasa. Mereka sangat kreatif, tidak hanya dalam praktik demokrasi di TPS tetapi juga dalam menghidupkan nilai-nilai budaya melalui kuliner tradisional,” ungkap Gaffar dengan penuh kebanggaan.

Dengan mengintegrasikan teori demokrasi, praktik pemilu, dan pengembangan wirausaha, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang komprehensif dan menyenangkan bagi para siswa. Karya P5 “Suara Demokrasi” ini, menurut Gaffar, diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa untuk semakin memahami perannya sebagai warga negara yang aktif dan berdaya, terutama menjelang pesta demokrasi yang sedang hangat di berbagai daerah. (*Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.