LIBURENG, TRIBUNBONEONLINE.COM–Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dengan menggelar penyuluhan atau sosialisasi di Desa Tappale, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Penyuluhan ini berfokus pada pemanfaatan Duo Bio (sekam padi dan bonggol pisang) kombinasi daun gamal sebagai biofertilizer ramah lingkungan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang dilakukan oleh mahasiswa Unim Bone. Tim PKM dipimpin oleh Dosen Pendamping yaitu Andi Trisnowali MS, S.Pd., M.Pd dengan anggota Mutmainna, Rasmiati dan Eki Ikasari.
Rilis diterima, Selasa 07/05/2024 dalam penyuluhan ini, tim PKM UNIM Bone memberikan edukasi kepada Mitra Kelompok Karang Taruna Sipabokori Desa Tappale tentang manfaat dan cara pembuatan biofertilizer dari Duo Bio (sekam padi dan bonggol pisang) serta daun gamal. Biofertilizer ini diyakini mampu meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman, serta ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Mitra Kelompok Karang Taruna Sipabokori Desa Tappale menyambut baik penyuluhan ini. Mereka antusias untuk mempelajari cara pembuatan dan penggunaan biofertilizer dati Duo Bio (sekam padi dan bonggol pisang) kombinasi daun gamal.
“Kami sangat senang dengan adanya penyuluhan ini. Kami jadi tahu cara membuat pupuk organik yang mudah dan murah,” ujar Ikhsan selaku ketua mitra.
Ikhsan menambahkan, dia akan mencoba menggunakan biofertilizer Duo Bio dan daun gamal pada tanaman padinya. Dia berharap pupuk ini dapat membantu meningkatkan hasil panennya.
Tim PKM UNIM Bone berharap penyuluhan ini dapat memberikan manfaat bagi para petani Desa Tappale dan membantu mereka dalam meningkatkan produksi tanaman dengan cara yang ramah lingkungan. (*/Ril)