Litr-AR Enhancement: Menciptakan Iklim Budaya Literasi Melalui Permainan Tradisional Berbantuan Augmented Reality

oleh -1,163 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone berhasil meraih Hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tahun 2023. Hal yang menarik, kelompok PKM dengan skema Riset Sosial Humaniora ini memilih mengangkat permainan tradisional Mallogo sebagai fokus utama dalam risetnya.

Tim PKM-RSH ini terdiri dari tiga mahasiswa yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yakni Vivi Elvira Ekawati yang menjabat sebagai Ketua, Jaslina sebagai Anggota 1, dan Fani Ulandari sebagai Anggota 2. Didampingi oleh Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, S.Pd., M.Pd sebagai Dosen Pendamping.

Kemampuan literasi peserta didik pada zaman yang serba canggih ini sangatlah menurun. “Menurut data UNESCO, daya literasi pada peserta didik saat ini sangat rendah, mencapai angka 0,001%”. Khususnya untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di jaman yang serba canggih ini kurang menarik perhatian peserta didik dikarenakan metode pembelajaran dan media ajar guru yang monoton.

BACA JUGA:  Di Hardiknas, SMPN 3 Mare Dapat Piagam Penghargaan Dari Bupati Bone

Oleh karena itu, adapun judul riset yang diangkat Tim PKM-RSH yaitu “Lit-AR Enhancement: Permainan Tradisional Mallogo Berbantuan Augmented Reality sebagai Optimalisasi Menciptakan Iklim Budaya Literasi Peserta Didik”

Permainan tradisional memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi, seperti kerjasama, ketangkasan, dan kejujuran, yang dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan literasi. Salah satu permainan tradisional yang memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi yaitu permainan tradisional Mallogo. Permainan tradisional memiliki peran krusial dalam mewariskan budaya suatu masyarakat kepada generasi muda. Namun, dalam era digital saat ini, tantangan muncul untuk menjaga relevansi dan minat siswa terhadap warisan budaya.

Vivi Elvira Ekawati selaku Ketua Tim mengatakan bahwa riset yang kami gagas ini menggunakan permainan tradisional Mallogo, dimana permainan ini dijadikan metode pembelajaran dalam menciptakan iklim budaya literasi. Namun, untuk mengoptimalkan potensi permainan tradisional dalam menciptakan iklim budaya literasi yang positif, diperlukan teknologi yang kreatif dan inovatif, sehingga dalam riset ini, akan menggabungkan pembelajaran dengan penggunaan media pembelajaran seperti Augmented Reality untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik.

BACA JUGA:  Mahasiswa PGSD UNM Kampus IV Laksanakan PLP 1 di UPT SD Inpres 12/79 Biru II

“Riset ini diharapkan menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran Mallogo berbantuan Augmented Reality untuk generasi muda dimasa sekarang. Karakteristik metode pembelajaran yang menyenangkan akan menarik perhatian peserta didik untuk belajar dan tidak merasa terpaksa atau tertekan dalam menerima serta menanggapi sesuatu sebab penggunaan media lebih interaktif dan mudah dipahami oleh peserta didik serta autentik, sehingga proses dan hasil belajar peserta didik diharapkan dapat lebih bermakna (meaningfull learning),” ucap Ketua Tim Vivi Elvira, Kamis (10/08/2023)

“Penggunaan teknologi Augmented Reality dapat menjadi cara yang menarik dan efektif untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada peserta didik dan meningkatkan minat serta motivasi untuk mempelajari budaya lokal,” tutur Fani Ulandari (Anggota 2).

BACA JUGA:  Guru UPT SDN 41 Mallari Tampil Memukau sebagai Pelaksana Upacara Hardiknas 2025

Kombinasi Augmented Reality dan kearifan lokal dalam pembelajaran berpotensi besar untuk membantu memecahkan masalah rendahnya kemampuan literasi dan membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan efisien. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal dan Augmented Reality dalam pembelajaran merupakan salah satu solusi alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam mengatasi permasalahan kemampuan literasi peserta didik.

Keberhasilan tim PKM ini bukan hanya hasil dari kerja keras tim dan bimbingan dosen pendamping, melainkan juga didukung oleh kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Rektor dan Wakil Rektor, Pengelola Epicentrum PKM UNIM Bone, serta yang patut disebutkan adalah Bapak Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., dan Bapak Dr. A. M. Iqbal Akbar Asfar, M.T., M.Pd., yang memberikan bantuan dan arahan khusus dalam proses ini. (Ril/Irfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.