Pertanahan Soppeng Gelar Penyuluhan PTSL di Sejumlah Wilayah Kecamatan Marioriawa

oleh -93 x dibaca

SOPPENG, TRIBUNBONEONLINE.COM–Kantor Pertanahan Kabupaten Soppeng terus melakukan penyuluhan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari desa ke desa di wilayah Kabupaten Soppeng.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa PTSL adalah salah satu program pemerintah yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah secara gratis. Sertifikat cukup penting bagi para pemilik tanah, tujuan PTSL adalah untuk menghindari sengketa serta perselisihan di kemudian hari.

Kepala Pertanahan Kabupaten Soppeng, Amir, S.ST, MH mengungkapkan, program PTSL merupakan program pemerintah untuk memudahkan masyarakat untuk melakukan sertifikat tanah secara gratis.

BACA JUGA:  AYP Menjadi Pembahas Pada Rakornas Kemenristek/Brin 2021

“Dari itu kami mengajak masyarakat untuk mendaftarkan tanahnya untuk disertifikat melalui pemerintah desa dan kelurahan,” ujar Amir saat bertemu masyarakat Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Soppeng, Selasa (24/10/2024).

Pihaknya juga menambahkan, data buku tanah saat ini yang ada di kantor masih kurang lebih 1.300. Dari itu, kami datang kesini mengajak masyarakat untuk melakukan sertifikat tanah sesuai arahan Kanwil BPN meminta kepada kami untuk melakukan pemotretan tanah yang ada di wilayahta.

Amir meminta kepada pemerintah desa dan lurah untuk menyampaikan kepada masyarakatnya untuk datang mendaftarkan tanahnya untuk disertifikatkan. Rencana untuk masyarakat Manorang Salo nanti pertengahan bulan depan ada dari pertanahan dan pihak ketiga datang di kampungta melakukan pemotretan tapal batas tanahnya.

BACA JUGA:  Pengurus PBVSI Bone Periode 2021-2025 Resmi Dilantik

“Kepada masyarakat yang sudah tersertifikat tanahnya pada tahun 60 bisa didaftarkan kembali untuk dilakukan sertifikat,” harapnya.

Khusus untuk masyarakat Kelurahan Manorang Salo kuota untuk sertifikat tanah hanya 2.000. “Kami akan kasi cukup kuota hingga 4.000,” tuturnya.

Sekedar diketahui persyaratan untuk pengurusan sertifikat tanah sebagai berikut:

1. Kartu keluarga dan kartu identitas berupa KTP (Kartu Tanda Penduduk).

2. Surat permohonan pengajuan peserta PTSL.

3. Pemasangan tanda batas tanah yang telah disepakati dengan pemilik tanah
yang berbatasan.

4. Bukti surat tanah (Letter C, Akta Jual Beli, Akta hibah atau berita acara
kesaksian).

BACA JUGA:  Kecipratan Bantuan Kemendikbud Ristek, LKP Massaile Gelar Pelatihan Tata Rias

5. Bukti setor dan BPHTB dan PPh (kecuali bagi masyarakat berpenghasilan
rendah yang dibebaskan dari keduanya).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Lurah Manorang Salo, Kanit Reskrim Polres Soppeng, Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Kasi BPN Soppeng, serta masyarakat Kelurahan Manorang Salo.

Penulis : Mansyur
Editor : Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.